Senin, 13 April 2026

Virus Corona di Bangka Belitung

90 Persen Kasus Baru di Babel Probable Omicron, Wagub Babel Minta Siagakan Isoter

Kasus probable Varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal pada istilah Varian Omicron semakin bertambah setiap harinya di Provinsi Bangka Belitung

Penulis: Riki Pratama |
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona Baru 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kasus probable Varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal pada istilah Varian Omicron semakin bertambah setiap harinya di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Babel, Mikron Antariksa, Kamis (17/2/2022) kepada Bangkapos.com, Kamis (17/2/2022).

Ia mengatakan penambahan kasus baru Covid-19 di Babel, sebanyak 90 persen merupakam probable Omicron. "Jadi definisi kasus probable yakni kasus Covid-19 yang diyakini sebagai suspek atau terduga terinfeksi varian Omicron," kata Mikron Antariksa, Kamis (17/2/2022).

Seperti kemarin, Rabu (16/2/2022) bertambah 314 kasus positif Covid-19, diduga 90 persenya merupakan probable varian Omicron. "Jadi perbandinganya 90 persen dari total positif Covid-19 merupakan probable Omicron. Kami juga akan mengeluarkan kebijakan terbaru nanti terkait intruksi forkopimda dalam penanganan Covid-19," jelasnya.

Sementara, Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah, mengatakan untuk mengatasi makin tingginya kasus Covid-19 di Babel pemerintah telah mensiagakan tempat isolasi terpusat di sejumlah daerah.

"Kita menyiagakan seluruh pusat-pusat isoter dibeberapa titik. Sehingga pada waktu yang dikendak untuk dapat membantu kembali memberikan pelayanan maksimal masyarakat untuk isoter," jelas Abdul Fatah.

Selain itu, tim satgas khusus Covid-19 Babel akan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 terutama dosis ketiga atau booster.

"Jadi dari tim satgasus sudah menyediakan suatu aplikasi untuk melakukan percepat dalam melihat kondisi," terangnya.

Sementara itu Kepala UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Sujari, mengatakan, sudah sebanyak 29 sampel probable Omicron dikirimkan ke Litbangkes Jakarta dan hingga saat ini belum ada hasilnya.

"Sejak 9 Februari kita kembali mengirimkan sampel probable Omicron sebanyak 25 sampel. Kemudian sebelumnya 4 sampel kita kirim 24 Januari. Sampai sekarang belum ada hasilnya, mungkin karena antrianya banya se-Indonesia," terang Sujari.

Dia mengakui, sejak merebaknya kasus Omicron, sampel yang masuk ke Babel bertambah semakin banyak. Semula hanya 0-5 sampel, tetapi pada, Rabu (16/2/2022) kemarin, mencapai 200 sampel perharinya.

"Yang dipriksa ini kebanyakan probable setelah periksa PCR positif Covid-19 kita periksa lagi yang mengarah ke Omicron sudah dibilang di atas 90 persen probable Omicron," terangnya.

Dengan semakin banyak sampel masuk ke Labkesda, Sujari mengatakan, anak buahnya di kantor tidak berhenti berjibaku memeriksa setiap sampel yang dikirim oleh puskesmas dari kabupaten/kota.

"Kita terus bekerja, setiap hari, walaupun ada dari tim laboratorium kami 2 orang positif Covid-19 dari petugas administrasi. Mereka melakukan isoman. Sementara yang lain tetap bekerja. Kami tidak libur atau WFH karena kasihan sampel yang masuk setiap hari, nanti tidak ada yang memeriksanya," terangnya.

Lebih jauh, Sujari mengatakan, Kementerian Kesehatan telah menganjurkan setiap daerah mengirimkan sampel rutin sebanyak 25 sampel pasien positif Covid-19. Dengan CT Value nilai cycle threshold di bawah 30, setiap bulan untuk mengetahui penyebaran Omicron. "Kita dianjurkan bisa mengirim maksimal 1 bulan 25 sampel dikirim ke sana untuk deteksi kasus yang mengarah ke Omicron," ujarnya. 

Sujari mengharapkan masyarakat Babel dapat meningkatkan cakupan vaksinasi. Tujuanya untuk mengantisipasi varian baru Omicron.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved