Kesehatan
Urine Anda Berbau Menyengat dan Berwarna Pekat? Kenali Penyebab dan Solusinya
Warna dan aroma urine ternyata dapat menjadi pertanda awal masalah kesehatan yang mungkin Anda alami lho. Cek penyebab dan solusinya
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM - Buang air kecil merupakan sebuah proses pengeluaran urine dari kandung kemih melalui uretra ke luar tubuh.
Hal ini adalah salah satu proses ekskresi tubuh yang dilakukan oleh sistem perkemihan.
Terkadang, secara tidak sadar kita sering kali tercium aroma dari urine yang telah dikeluarkan.
Amonia merupakan salah satu zat yang terdapat dalam urine, inilah yang dapat mempengaruhi aroma dari urine.
Salah satu ciri dasar urine yang normal dapat kita lihat dari warna dan juga aromanya.
Baca juga: Khasiat Air Kelapa Original, dr Zaidul Akbar Ingatkan Jangan Dicampur Bahan Ini
Baca juga: 7 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan, dr Zaidul Akbar Sebut Lemaknya Seperti Minyak Zaitun
Baca juga: Inilah Tanda Tubuh Perlu Detox, dr Zaidul Akbar Sarankan Ini, Sesuai Petunjuk Al Quran & Rasulullah
Dilansir dari kanal Youtube dr Saddam Ismail, beliau membahas apa saja penyebab urine berbau menyengat dan bagaimana solusinya.
1. Kehamilan
Pada wanita yang sedang hamil, khususnya pada trisemester pertama atau hamil muda, banyak ditemukan kasus bau urine yang menyengat.
Hal ini memang disebabkan oleh hormonal Human Chorionic Gonadotropin (HCG) atau hormon kehamilan.
Tak hanya itu, bau urine menyengat yang terjadi pada wanita hamil disebabkan oleh hiperosmia, yakni adanya sensitifitas hidung terhadap bau-bauan.
2. Kurang Minum Air Putih
Kabiasaan jarang mengonsumsi air putih akan menyebabkan dehidrasi.
Orang yang dehidrasi akan berdampak pada warna urine yang pekat dan berbau menyengat.
Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kandungan air dan zat buangan yang dikeluarkan oleh ginjal.
Baca juga: Inilah Sosok Pria yang Pernah Menolak Cinta Ariel Tatum, Kini Jadi Kenangan Ngakak hingga Sekarang
Baca juga: Begini Tanda-tanda Saat Wanita Mencapai Orgasme, Inez Kristanti: Rasanya Seperti Meledak
Baca juga: Tante Ernie saat Pose Duduk Manja di Atas Karang Bening Banget, Pakai One Set Minim Bikin Heboh
Jika kandungan air lebih banyak daripada zat buangan, maka aroma urine tidak akan berbau menyengat.
Namun sebaliknya, jika zat buangan lebih banyak dari kandungan air, maka hal inilah yang akhirnya membuat kosentrat menjadi lebih pekat dan aroma urine menjadi menyengat.
3. Makanan / Minuman
Ternyata jenis makanan tertentu dapat mempengaruhi aroma urine seseorang.
Contoh sederhanya yakni petai dan jengkol.
Hal ini terjadi karena petai maupun jengkol mengandung zat asam jengkolat (djenkolic acid).
Di dalam asam jengkolat ini terdapat senyawa sulfur, inilah yang mempengaruhi aroma urine.
Selain itu, mengonsumsi bawang putih dan kopi terlalu banyak juga dapat berdampak pada aroma urine seseorang.
Kopi juga dapat menyebabkan seseorang jadi sering buang air kecil, hingga lama-kelamaan konsentrasi dari urine menjadi lebih pekat.
4. Gangguan Kesehatan.
Jika seseorang mengalami masalah kesehatan tertentu atau mengalami suatu penyakit, misalkan infeksi saluran kemih, ketoasidosis diabetik, diabetes melitus, sistitis serta fistula kandung kemih.
Beberapa hal diatas dapat menyebabkan aroma urine menjadi menyengat.
5. Obat/Suplemen
Ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan maupun suplemen, ini akan menyebabkan urine memiliki aroma yang khas.
Kelebihan ataupun zat yang sudah tidak terpakai atau sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh, akan dikeluarkan melalui urine.
Ini yang menyebabkan mengapa urine berbau menyengat setelah mengonsumsi obat-obatan maupun suplemen.
Baca juga: Resep dr Zaidul Akbar Cara Mengobati Asam Lambung Secara Mudah dan Murah
Baca juga: Tak Perlu Gunakan Obat Kuat, Cukup Konsumsi Makanan dari Tumbuhan Ini Buat Pria Jos di Ranjang
Lantas bagaimana solusi untuk menghilangkan aroma urine yang menyengat?
Sebagain orang beranggapan bahwa ketika urine berbau menyengat, hal itu tidak selalu menandakan masalah kesehatan yang berbahaya.
Padahal jika ditelusuri lebih dalam, warna urine dapat menandakan kondisi fisik seseorang.
Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan mengonsumsi air putih yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi.
Ketika seseorang sedang berolahraga ataupun sedang melakukan aktivitas, jangan pernah mengabaikan rasa haus.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa dehidrasi dapat berdampak pada pekatnya warna dan aroma dari urine.
Selanjutnya, hindari minum minuman beralkohol, berkafein terlalu banyak, dan minuman yang bersoda.
Kurangi juga mengonsumsi makanan yang berbau menyengat.
Bukan harga mati untuk tidak mengonsumsinya.
Namun lebih baik jika dikonsumsi tidak terlalu banyak apalagi sampai berlebihan.
Tak kalah penting, ketika mengonsumsi suplemen maupun vitamin B6 jangan sampai melebihi dosis, baca aturan penggunaannya.
Karena ketika aroma urine menyengat, itu bisa menjadi tanda ataupun masalah kesehatan jika disertai dengan gejala
penyerta.
Misalnya rasa ingin buang air kecil yang tiba-tiba, sakit dan sensasi terbakar saat buang air kecil, warna urine yang menjadi keruh, hingga keluarnya darah ketika buang air kecil atau berwarna kemerahan.
Tak hanya itu, rasa sakit di bawah perut, punggung maupun tulang rusuk, merasakan kelelahan yang berlebihan, perasaan bingung ataupun gelisah, dan disertai dengan deman serta menggigil.
Ketika seseroang mengalami gejala-gejala di atas, itu dapat menjadi pertanda jika terdapat masalah kesehatan.
Jadi jangan pernah mengabaikan hal spele sekalipun yang Anda rasakan, karena salah-salah dapat berdampak lebih parah.
Dan yang terpenting rutinlah mengonsumsi air putih sesuai kebutuhan sehari-hari yaa.
Jaga terus kesehatannya.
(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220218-urine-4.jpg)