Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Tengah

BBM Bio Solar Bersubsidi Langka, Pengamat Sebut Akan Pengaruhi Pasokan Ikan

Kelangkaan BBM Bio Solar bersubsidi diduga memang karena terbatasnya quota yang disalurkan kepada SPBU yang ada.

Penulis: Arya Bima Mahendra |
Ist/Dok. Pribadi
Dosen Fakultas Ekonomi UBB, Devi Valeriani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah beberapa bulan lalu hampir semua BBM langka di Bangka Belitung, saat ini giliran BBM Bio Solar bersubsidi yang mengalami kelangkaan, terkhususnya di wilayah Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah.

Dosen Fakultas Ekonomi UBB Devi Valeriani menilai kelangkaan BBM Bio Solar bersubsidi diduga memang karena terbatasnya quota yang disalurkan kepada SPBU yang ada.

Sistem yang dijalankan sampai saat ini, dengan distribusi BBM per SPBU bukan berdasarkan kabupaten.

Sempat terjadinya kelanggkaan BBM Bio Solar bersubsidi di Kabupaten Bangka Tengah menyebabkan konsumen rutin seperti nelayan, transportasi yang menggunakan BBM Bio Solar bersubsidi yaitu truk, menjadi terhambat aktifitas ekonominya.

"Akibatnya, nelayan menjadi tidak bisa menangkap ikan karena tidak memiliki cadangan solar," ucap Devi kepada Bangkapos.com, Rabu (23/2/2022).

Lanjut Dia, hal tersebut kemudian berdampak pada kondisi yang akan menyebabkan berkurangnya pasokan ikan, yang tentu saja akan memberikan dampak bagi harga ikan.

"Padahal kita ketahui masyarakat Bangka Belitung sangat menyukai konsumsi ikan laut, hal ini akan berdampak pada tingginya harga ikan, karena supply terbatas sedangkan demandnya tetap, sehingga sedikit banyak akan memicu nilai inflasi di Bangka Belitung," ungkapnya.

Kelangkaan Bio Solar bersubsidi juga berdampak kepada para supir tru yang bekerja mengangkut produk pangan, pertanian bahkan hasil olahan pertambangan.

Berkurangnya BBM Bio Solar bersubsidi tersebut tentunya akan memberi dampak terhambatnya aktifitas distribusi, transportasi, sehingga menyebabkan rentannya rantai pasok produk kepada masyarakat, maupun kegiatan pengiriman hasil produk antar daerah.

"Artinya, secara umum kelangkaan BBM Bio Solar bersubsidi tersebut memberi dampak ekonomi yaitu berkurangnya pendapatan rumah tangga nelayan dan sopir truk, karena mereka terpaksa harus menghentikan aktifitas ekonominya," jelasnya.

Oleh karena itu, solusi yang harus dilakukan adalah bagaimana pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Tengah melakukan pendekatan dengan pihak Pertamina (BPH Migas) untuk meminta penambahan kuota volume BBM Bio Solar bersubsidi pada beberapa SPBU yang menjadi penyalur kebutuhan BBM bagi para nelayan dan Sopir mobil truk.

"Tentunya, hal tersebut harus disampaikan dengan data bahwa jumlah pasokan tidak mampu memenuhi jumlah permintaan harian masyarakat," katanya.

Diberitakan Bangkapos.com sebelumnya, perkumpulan nelayan dan ikatan supir truk Pelabuhan Sungaiselan mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar jenis Bio Solar subsidi untuk kegiatan operasional pekerjaan sehari-hari.

Untuk itu, puluhan nelayan dan supir truk tersebut mengadukan nasibnya kepada Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman melalui audiensi yang dilakukan pada, Senin (21/2/2022) lalu di Pelabuhan Sungaiselan, Kecamatan Sungaiselan, Bangka Tengah.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved