Minggu, 12 April 2026

Kuliner

Cilok Legend Pakde Selalu Ramai Pembeli, Buruan Dicoba  

Bagi masyarakat Kota Pangkalpinang yang sering kali melintasi Jalan Depati Hamzah atau Kawasan Semabung Lama, sudah tidak asing lagi pada Cilok Pakde

Penulis: Andini Dwi Hasanah |
bangkapos.com
Cilok Legend pakde Katno (60) yang kini mangkal di Jalan Depati Hamzah, Semabung Lama, Kota Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bagi masyarakat Kota Pangkalpinang yang sering kali melintasi Jalan Depati Hamzah atau Kawasan Semabung Lama, sudah tidak asing lagi pada Cilok Pakde ini.

Pakde berjualan cilok menggunakan sepeda dan gerobak kecil di belakangnya. Gerobaknya pun khas diberi cat warna hijau oleh Pakde.

Cilok pakde ini selalu ramai pembeli, meski terbilang hanya cilok gerobakan saja tapi rasa cilok pakde ini bukan main-main.

Cilok ayamnya berasa, kenyal dan dijamin bakal buat ketagihan, ada tambahan tahu selain cilok ayam. Bisa dengan kuah kacang, kuah bakso, dan campuran kecap saos saja.

Kata Pakde yang nama asli Katno ini, setiap hari ia membuat cilok hingga dua dandang besar. Mulai pukul 08:30 pagi ia mulai keluar dari kontrakan rumahnya di Kampung Melintang.

Dulu Pakde hanya jualan di SMPN 10 Pangkalpinang saja, kini ia hanya mangkal di pinggir jalan di depan Metro Fried Chiken Semabung Lama.

Lantaran belum sampai SMP 10 ciloknya kerap sudah dipanggil dulu oleh pelanggan dijalan dan habis. Meski usianya yang terbilang tidak muda lagi namun Pakde terlihat masih sangat energic, ramah kepada pembeli, bahkan dikenal pakde yang kocak.

Seperti disebutkan Khadijah ia berlangganan cilok pakde sudah sejak dirinya masih SMP, dan hingga kini ia sudah bekerja. "Cilok Pakde ni endul, kadang kami tahan becari dimana pakde sekarang lah seger pakde mangkal disini. Pakde ni kocak ramah terus kek pembeli, suka ingel-ingel (bercanda -red)," kata Khadijah.

Tak hanya pengedara motor saja yang berhenti membeli cilok pakde, tapi pengendara mobil juga rela berhenti bahkan ada yang rela putar balik untuk membeli cilok pakde ini.

Kata Anas, ia bukan tinggal di Semabung bahkan tidak bekerja dikawasan Sembaung dan Air Itam, tapi ketika ia ingin makan cilok ia tetap akan membeli Cilok Pakde. "Lah dari jaman agik kecil suka beli cilok pakde ni, kalau lagi mau makan cilok ya tetep cilok pakde yang dicari. Lah Legend Pakde ni terkenal dikalangan anak sekolah, selain ciloknya emang enak pakde ramah juga kepada pembeli," ujar Anas.

Mengenakan topi koboi dan handuk kecil yang  tergantung dilehernya menjadi ciri khas pakde asal Kota Solo, Jawa Tengah ini. Bahkan tak jarang pakde mengenakan kemeja batik untuk berjualan cilok.

Katanya, tak mesti harus kondangan baru pakai batik, kalau orang biasa kayak pakde hanya jualan saja ya tidak masalah pakai kemeja batik dihari biasa bahkan digunakan untuk jualan.

Tangannya piawai mengambil dan melayani satu demi satu pelanggan yang datang untuk beli. Sekitar pukul 09:00 pagi pakde sudah ramai dikerumuni pembeli, hingga setelah zuhur Pukul 13:00 siang dagangannya itu sudah habis dibeli.

"Alhamdulillah habis terus setiap hari. Ada aja rezeki yang sudah diatur Allah pas takaran untuk umatnya," ujar Pakde Katno.

Rupanya, Pakde tingga sendiri di Bangka sejak 20 tahun lalu. Anak serta istrinya ada di Jawa, pakde sendiri pulang untuk menemui keluarganya setiap satu tahun sekali.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved