Kasta Dalit di India Ini Haram Disentuh, Bahkan Nyawanya Lebih Murah dari Nyawa Sapi
India negara yang menyimpan sejuta keunikan, tak hanya dari kuliner, untuk kehidupan pun India sangat saru untuk di ulik.
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - Kasta adalah keturunan atau suku.
Kasta berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Portugal (casta). Pada abad ke-16 digunakan oleh penjelajah Portugis untuk mendeskripsikan pembagian kerja unutk masyarakat India.
Kasta sebenarnya merupakan perkumpulan tukang-tukang atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu.
Sebagai negara dengan mayoritas beragama Hindu, kasta membagi umat Hindu menjadi empat kategori utama yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.
Kasta Brahmana, yakni orang yang mengabdikan dirinya dalam urusan bidang spiritual seperti sulinggih, pandita dan rohaniawan.
Kasta Ksatria, yakni para kepala dan anggota lembaga pemerintahan. Seseorang yang menyandang gelar ini tidak memiliki harta pribadi semua harta milik negara.
Kasta Waisya, orang yang telah memiliki pekerjaan dan harta benda sendiri petani, nelayan, pedagang, dan lain-lain.
Kasta Sudra adalah pelayan bagi ketiga kasta di atasnya. Kasta ini merupakan yang paling banyak terdapat di Bali, hampir 90% dari jumlah penduduk warga Bali.
Nah ternyata di bawah kasta Sudra, masih terdapat kasta yang lebih rendah lahi, yakni Kasta Dalit.
Konon katanya kasta ini adalah kasta yang lebih rendah dari binatang dan diharamkan untuk disentuh.
Sehingga kasta ini sering kali tidak dianggap.
Ada-ada saja ya tingkah manusia.
Sebenarnya sistem kasta di India sudah lama dihapus, yakni sejak tahun 1950-an.
Namun, karena sudah mendarah daging, meskipun sudah tidak menganut sistem kasta lagi, tapi jenjang sosial di India masih sangat terasa.
Meski sudah tidak lagi menjadi bagian dalam kehidupan, tapi secara sadar mereka tetap menerapkan sistem kasta ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220224-india-345.jpg)