Konflik Rusia vs Ukraina, Indonesia Keluarkan 4 Poin Pernyataan ini
Indonesia prihatin dengan kondisi eskalasi konflik senjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat serta berdampak bagi ...
BANGKAPOS.COM -- Invasi Rusia ke Ukraina resmi dilakukan pada Kamis (24/2/2022), dan menyebutnya sebagai "operasi militer khusus".
Invasi tersebut diperintahkan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Terkait invasi tersebut, Pemerintah Indonesia memberiken tanggapannya.
Pemerintah Indonesia mengeluarkan 4 poin pernyataan terkait kondisi darurat yang terjadi di Ukraina, yang disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah.
Pertama, Indonesia prihatin dengan kondisi eskalasi konflik senjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat serta berdampak bagi perdamaian di kawasan.
Baca juga: Ibunda Alyssa Soebandono Gugat Cerai Suami Setelah 30 Tahun Lebih Menikah
Baca juga: Razman Bongkar Bukti Kalina Ajak RM Nginap di Hotel, Pengacara Vicky Prasetyo: Dia yang Booking
Baca juga: Kepala Mata-mata Rusia ini Langsung Gugup Digertak Vladimir Putin: Bicaralah Dengan Jelas, Sergei!
Baca juga: Tante Ernie saat Pose Duduk Manja di Atas Karang Bening Banget, Pakai One Set Minim Bikin Heboh
Baca juga: Rusia Akhirnya Invasi Skala Penuh ke Ukraina, Ledakan Terdengar di Beberapa Tempat ini
Kedua, Indonesia menegaskan agar ditaatinya hukum internasional dan piagam PBB mengenai integritas teritorial wilayah suatu negara, serta mengecam setiap tindakan yang nyata-nyata merupakan pelanggaran wilayah teritorial dan kedaulatan suatu negara.
Ketiga, menegaskan kembali agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian damai.
Keempat, KBRI telah mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan WNI di Ukraina sesuai rencana kontijensi yang telah disiapkan.
Invansi Rusia Dimulai, Orang Tua di Ukraina 'Persenjatai' Anak dengan Stiker
Presiden Rusia Valdimir Putin mengumumkan digelarnya operasi militer ke Ukraina, Kamis (24/2/2022).
Suara ledakan di kota pelabuhan Laut Hitam, Odessa, dekat dengan garis depan daerah pemberontak yang didukung Rusia, dan tepat di seberang laut dari Crimea yang diduduki Rusia.
Ledakan juga terdengar di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, yang terletak 35 kilometer selatan perbatasan Rusia, dan di luar zona timur lokasi Kiev memerangi pemberontak yang didukung Moskwa sejak 2014.
Baca juga: Luna Maya Dipeluk hingga Keasyikan Dipijit Bule di Amerika, Merintih Hingga Terucap Sakit Sayang
Baca juga: Doa Mandi Wajib untuk Puasa dan Tata Cara Mensucikan Diri Baik Bagi Pria Maupun Wanita
Baca juga: Terungkap Wika Salim Pernah Terpikir Akhiri Hidup Gegara Sang Mantan, Untung Ingat Dosa!
Baca juga: Pria Tua Bangka ini Bawa Kabur Uang 27 Calon Istrinya, dari Polwan Hingga Pengacara jadi Korban
Ukraina kemudian menutup wilayah udaranya untuk pesawat sipil, dan Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba menulis di Twitter bahwa negaranya menghadapi invasi skala penuh.
Lebih dekat ke zona perang timur, empat ledakan keras terdengar di Kramatorsk, yang berfungsi sebagai ibu kota efektif Pemerintah Ukraina untuk zona perang timur.
Lebih banyak ledakan juga terdengar di Mariupol, pelabuhan di Laut Azov yang memiliki jembatan darat antara Rusia dan semenanjung Crimea yang dicaplok Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220219-perang-rusia-vs-ukraina-kemungkinan-bakal-terjadi.jpg)