Dampak Perang Rusia dan Ukraina, Apakah Harga Gandum di Indonesia akan Mahal? Ini Kata Ahlinya
Serangan Rusia ke Ukrania telah menguncang ekonomi dunia, tidak terkecuali Indonesia juga bakal terkena dampaknya.
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM---- Perang Rusia-Ukraina kini semakin memanas.
Tentu saja ini akan berimbas kepada ketangan geopolitik, terbukti pasar finasial global langsung merespon negatif.
Bahkan hari ini IHSG ditutup melemah 1,48 persen ke level 6.817,82.
Serangan Rusia ke Ukrania telah menguncang ekonomi dunia, tidak terkecuali Indonesia juga bakal terkena dampaknya.
Dampak yang diprediksi sangat berdampak adalah pasokan Gandum ke Indonesia.
Meski terbilang bukan makanan pokok,
Konsumsi gandung di Tanah Air terbilang sangat tinggi.
Yang jadi pertanyaan apabila pasokan gandum terbatas, apakah harganya akan mengalami kenaikan?
Sebab gandum dipakai sebagai bahan utama pembuatan mi instan, roti, bahkan gorengan dan beragam jajanan yang banyak menggunakan tepung terigu.
Indonesia sendiri menjadi negara Pengimpor Gandung terbesar dari Ukraina.
Meski negara ini masuk dalam golongan mitra dagang non-tradisional.
Indonesia merupakan salah satu importir utama gandum di dunia.
Posisinya bahkan mengungguli Turki dan Mesir, dua negara yang menjadikan gandung sebagai makanan pokok.
Dikutip dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Ukraina berada di urutan pertama asal gandum yang diimpor Indonesia.
Volumenya juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220219-perang-rusia-vs-ukraina-kemungkinan-bakal-terjadi.jpg)