Monster Predator Buas Pemakan Manusia di Lubang Eks Tambang Timah Ditangkap Pawang, Kisahnya Ngeri
Buaya monster predator terduga pemakan manusia ditangkap pawang menggunakan umpan tupai. Aksi saling balas antara buaya vs manusia di Bangka Belitung
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM - Buaya berukuran monster sepanjang 4,1 meter dan berat 400 kilogram yang ada di Kolong Tono, Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung ditangkap seorang pawang dengan cara diumpan pakai tupai, Kamis (24/2/2022) sore.
Oleh warga, buaya monster ini dianggap sebagai terduga predator buas yang menyerang warga hingga tewas pada awal Februari 2022 lalu .
Ini adalah buaya kedua di Kolong Tono yang berhasil ditangkap.
Sebelumnya, satu ekor lagi juga ditangkap.
Namun ukurannya tak se-monster buaya kali ini.
Oh ya, buat yang belum tahu, kolong adalah semacam lubang bekas tambang timah, mineral tambang andalan dari Bangka Belitung.
Di daratan Negeri Serumpun Sebalai, keberadaan kolong memang mudah dijumpai.
Bukan jadi rahasia lagi, kolong-kolong bekas tambang ini jadi habitat buaya.
"Kalau yang pertama lebih kecil, jenis kelamin betina ukuran 3 meter. Nah kalo yang ini jantan 4 meter lebih. Menurut pawang kemungkinan, buaya yang besar ini menerkam warga," kata Kepala Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Fajar.
Baca juga: Diterjunkan ke Ukraina, Inilah si Monster Tua Tu-95 yang Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
Baca juga: Persipura Jayapura Terancam Sanksi Berat, Denda Rp 1 Miliar dan Pengurangan 9 Poin

Terkaman yang dimaksud Fajar adalah kejadian buaya menyerang seorang warga bernama Agus Salim (54), warga Desa Riding Panjang juga.
Walaupun buaya berhasil diiusir dan melepaskan Agus, namun ia ditemukan dalam kondisi meninggal dengan pihak robek di kepala dan bahu.
Gegara itu, warga kemudian sepakat memanggil pawang buaya dari Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka.
Upaya menangkap buaya dilakukan karena warga khawatir akan ada yang menjadi korban lagi.
Pawang meminta syarat umpan pancing harus menggunakan tupai hidup.
Syarat tersebut kemudian dipenuhi dan sejumlah pancing umpan tupai disebar.
Akhirnya buaya pertama memakan pancing pada 11 Februari 2022 lalu.
Buaya betina berukuran 3 meter dengan berat 300 kilo behasil ditangkap.
Namun buaya tersebut mati setelah beberapa jam diangkat ke darat.
Pancing terus dipasang dan kembali dimakan buaya monster predator buas kedua ini yang berhasil ditangkap.
Buaya kemudia dibawa ke lapangan desa di Dusun Tebing, Desa Riding Panjang, Marawang, Kabupaten Bangka.
Warga sekitar yang penasaran akhirnya menjadikan buaya tersebut tontonan.
Mereka berkumpul di lapangan desa.
Bhabinkamrbas Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Aipda Dedy Irawan mengatakan warga berkumpul guna melakukan rapat untuk menentukan nasib buaya predator buas tersebut.
"Malam ini (kemarin) akan rapat menentukan akan diapakan buaya yang ditangkap kalau buaya yang sebelumnya mati dan telah dikubur," kata Aipda Dedi Irawan.
Baca juga: Pertarungan Sengit Rusia dan Ukraina di Kyiv, Presiden Ukraina Takut Jadi Target Nomor 1
Baca juga: Disengat Stinger, Dua Heli Serang Kamov Ka-52 Rusia Dikabarkan Jatuh di Ukraina, Ini Kesangarannya
Kolong Tono terletak antara perbatasan Desa Riding Panjang dan Desa Jurung Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
Tak diketahui pasti kenapa kolong itu dinamakan seperti itu.
Di kolong ini, warga melakukan sejumlah aktivitas sehari-hari seperti memancing, berkebun dan belakangan ada sejumlah warga yang melakukan aktivitas menambang timah dengan cara tambang sebu.
Menurut Fajar diperkirakan kedua buaya ini pernah menerkam manusia.
Sebab ada gigi buaya yang patah.
Ini merupakan ciri khusus buaya predator buas yang telah memakan manusia.
Diduga buaya yang menerkam korban Agus Salim adalah buaya jantan yang berukuran lebih besar.
"Keterangan warga saat korban warga kita bernama Agus Salim berukuran besar jadi yang ditangkap hari ini lah kemungkinan penerkamnnya," kata Fajar.
Warga khawatir buaya balas dendam
Namun, setelah 2 ekor buaya berhasil ditangkap dari Kolong Tono Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka, warga malah khawatir.
Mereka takut ada balas dendam dari buaya lain.
"Disana Kolong Tono kan banyak buaya karena terhubung ke Sungai Jade khawatir. la buaya lain marah dan balas dendam mending dak kesana dulu," kata Abdul.
Fajar mengatakan situasi di kolong Tono terus dipantau.
Pawang buaya juga masih beraktivitas memasang pancing untuk mengantisipasi jIka ada buaya lainnya.
Warga yang beraktivitas di sekitar kolong juga diminta waspada.
"Berhati hati saja beraktivitas di Kolong Tono. Kami juga terus pantau dan pawang buaya masih memasang pancing," kata Fajar.
Baca juga: Inilah Isi Ceramah Ustaz Dasad Latief yang Buat Presiden Joko Widodo Tertawa Lepas Melihatnya
Baca juga: Aturan HGB Terbaru 2022, Tanah Bisa Hilang Kalau Tak Diperpanjang, yang Ambil KPR Wajib Tahu Ini!
Menurut Fajar, buaya Kolong Tono sudah beberapa ditangkapi oleh pawang.
Bahkan beberapa tahun lalum satu buaya sepanjang 5 meter berhasil ditangkap usai menerkam warga.
Buaya tersebut kemudian dibawa ke desa.
Akhirnya warga sepakat menyembelih buaya kemudian dagingnya dibagikan untuk dimakan.
"Beberapa tahun lalu, ada buaya besar yang ditangkap kemudian disembelih ada warga yang mengambil dagingnya kemudian dimasak," kata Fajar. (bangkapos.com / Deddy Marjaya)