Jumat, 15 Mei 2026

Miss Ukraina Cantik ini sampai Ikut Terjun ke Medan Perang Melawan Rusia Demi Bela Negara

Rusia melakukan serangan terhadap infrastruktur militer kami dan penjaga perbatasan kami. Ada ledakan terdengar di banyak kota di Ukraina. Kami ...

Tayang:
instagram.com/anastasiia.lenna/kolase tribun-medan.com
Anastasiia Lenna terjun ke medan perang 

BANGKAPOS.COM -- Miss Ukraina Anastasiia Lenna turut terjun ke medan perang melawan militer Rusia.

Turutnya Miss Ukraina Anastasiia Lenna ke medan perang demi membela negaranya.

Diketahui, komponen cadangan militer Ukraina dari masyarakat sipil yang berusia 18-60 tahun kini ikut bertempur memperkuat militernya melawan Rusia.

Hal tersebut dilakukan setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menandatangani dekret mobilisasi massa atau komponen cadangan militer sejak serangan Rusia pada Kamis (24/2/2022).

Parlemen Ukraina juga telah menyetujui dekrit karena negara dalam kondisi darurat militer.

Baca juga: Pejabat Rusia Keluarkan Ancaman untuk Barat, Perang Nuklir Kemungkinan Terjadi?

Baca juga: Enggan Menyerah Meski Digempur Rusia, Rupanya Ini Rahasia Ukraina Bisa Bikin Rusia Kebakaran Jenggot

Baca juga: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Tutup Layanan Aplikasi Livin by Mandiri, Begini Penjelasannya

Baca juga: 2 Gadis Kembar Ukraina ini Mau Menjual Keperawanannya, Tawarkan Vladimir Putin Berdamai

Dekret ini ditandatangani Presiden Zelenskyy untuk mempertahankan kemampuan bela diri negara.

Anastasiia Lenna terjun ke medan perang
Anastasiia Lenna terjun ke medan perang (instagram.com/anastasiia.lenna/kolase tribun-medan.com)

Pemerintah Ukraina menyatakan mobilisasi komponen cadangan militer akan berlangsung selama 90 hari dari saat dekret ditandatangani.

"Rusia melakukan serangan terhadap infrastruktur militer kami dan penjaga perbatasan kami. Ada ledakan terdengar di banyak kota di Ukraina. Kami mengumumkan darurat militer di seluruh wilayah negara kami," ujar Zelenskyy, sebagaimana diwartawakan Reuters.

Invasi yang dilakukan Rusia di beberapa kota telah memakan banyak korban jiwa.

Laporan kantor berita Interfax dan Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Ukraina melaporkan jumlah korban luka-luka mencapai 1.115 orang, di antaranya 33 korban luka adalah anak-anak. Jumlah pengungsi dari Ukraina diperkirakan mencapai 5 juta orang.

Sementara, Kementerian Pertahanan Ukraina menyatakan sebanyak 1.000 militer tewas dalam serangan invasi Rusia pada Jumat (25/2/2022). Ukraina mengklaim korban meninggal pihak lawan tak sebanyak dari pihaknya.

"Rusia tidak menderita begitu banyak korban selama pertempuran di salah satu konflik bersenjatanya sejak awal," kata kementerian itu, Jumat (25/2/2022), dilaporkan Reuters.

Korban tewas ini meningkat drastis dalam tiga hari peperangan. Padahal di hari sebelumnya, berdasarkan laporan yang diterima Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hingga Kamis (24/2/2022) malam, setidaknya 198 orang warga Ukraina baik anggota militer maupun warga sipil dan anak-anak yang tewas karena serangan rudal Rusia. Sementara itu 316 orang lainnya terluka.

Baca juga: Akhirnya Luna Maya Berani Ungkap Pacar Barunya di Depan Andre Taulany, Inilah Sosoknya

Baca juga: Bripka BP Sudah 3 Bulan Curiga Istri Selingkuh dengan Rekan Seprofesi: Dia Merusak Masa Depan Saya

Baca juga: 6 Fakta Pulau Nusakambangan, Dikenal Pulau Narapidana, Tempat Eksekusi Mati Hingga Benteng Tsunami

Baca juga: Sosok Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina Eks Pelawak yang Berani Melawan Invasi Militer Rusia

Banyaknya korban tewas, Zelenskyy menyatakan bakal berupaya menghentikannya, salah satunya dengan bertemu langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Saya ingin berbicara dengan Presiden Federasi Rusia sekali lagi. Ada pertempuran di seluruh Ukraina saat ini. Mari duduk di meja negosiasi untuk menghentikan kematian lebih banyak orang," ucap Zelensky dalam pesan video pada Jumat (25/2/2022).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved