Rabu, 29 April 2026

Berita Pangkalpinang

Cegah Konflik, Ketua IPSI Babel Ajak Seluruh Perguruan Silat Jaga Suasana Kondusif

Syarli berujar, seorang pendekar yang menjadi ksatria hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran meski saat sedang mengalami permasalahan.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ketua IPSI Provinsi Babel, Syarli Nopriansyah (baju hitam) bersama Ketua DPD KNPI Kota Pangkalpinang, Febri Yanto, (baju putih) meninjau pelaksanaan donor darah, Senin (28/2/2022) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua Ikatan Pecak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syarli Nopriansyah, mengimbau, seluruh perguruan silat tanpa terkecuali, seluruh organisasi silat maupun masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai, agar bersama-sama saling menjaga suasana kondusif, sehingga bisa terwujud suasana yang aman dan nyaman.

Menurut Syarli, tak seharusnya antar perguruan silat memiliki konflik dengan perguruan lainnya, karena pada umumnya setiap perguruan silat sama dan memiliki panduan masing-masing.

"Saya tidak ingin mendengar perguruan silat ada masalah dengan perguruan lainnya, karena kita ini adalah semua sama kita punya panduan masing-masing," kata dia saat menghadiri acara donor darah massal PSHT di gedung DPD KNPI Pangkalpinang, Senin (28/2/2022).

Syarli berujar, seorang pendekar yang menjadi ksatria hendaknya menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran meski saat sedang mengalami permasalahan.

Seorang pesilat tidak pernah diajarkan untuk mengadu domba dan memecah belah antar perguruan, akan tetapi diajarkan bagaimana menjadi seorang ksatria.

"Seorang ksatria harus berani mengakui bahwa itu salah dan meminta maaf. Bukan membenarkan yang salah atau mencari kesalahan yang perguruan lain. Tolong ini dijaga dengan sebaik-baiknya," kata Syarli.

Oleh karenanya, dia mengajak seluruh perguruan pencak silat menggalakkan kegiatan sosial.

Karena bagi Camat Belinyu ini, setinggi apa pun ilmu dan sesakti tingkatannya, kalau tidak ada manfaat bagi orang banyak serta bagi kemanusiaan, bukan sesuatu yang harus dibanggakan.

Seperti halnya yang dilakukan PSHT dengan melakukan kegiatan donor darah massal.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin bukan hanya kegiatan peringatan, tetapi kegiatan-kegiatan lain," sebutnya.

Kendati demikian, kata Syarli, ke depan pihaknya akan menggalakkan pencak silat sebagai ajang meraih prestasi serta menambah persaudaraan antar perguruan silat.

Hal ini akan dijadikan sebagai wadah memperkuat silaturahmi sehingga tidak ada konflik antar perguruan silat sekaligus pembinaan prestasi.

"Semoga kebersamaan kita dapat menjunjung pencak silat di Provinsi Bangka Belitung ke tingkat nasional maupun internasional," kata Syarli. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved