Senin, 27 April 2026

Inilah Alasan Mengapa Orang India Suka Menari

Jika menonton film India, tak lengkap jika di dalamnya tidak ada scene menari dan menyanyi. Ternyata ada alasan dibalik tarian yang sering dilakukan.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
facebook.com
Hrithik Roshan dan Kareena Kapoor dalam film Oh My Darling I Love You 

BANGKAPOS.COM - Bukan film Bollywood namanya jika dalam setiap scene tidak menampilkan tarian dan nyanyian.

Bahkan mungkin beberapa orang lebih familiar dengan lagu dan juga tarian India dibandingkan dengan filmnya.

India memang dikenal dengan negara yang identik dengan tari-tarian.

Tarian India pun terbilang unik dan berbeda dengan tari-tarian lainnya.

Ada yang tau ga kenapa India tak bisa lepas dari tarian?

Hal khusus apa yang menjadi dasar begitu lekatnya budaya menari ini di sana?

Jika diulik lebih jauh, ternyata budaya menari di India bermula dari Bhasmasura.

Sebagai negara yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, Bhasmasura dikenal sebagai Brahmasura.

Brahmasura adalah asura atau setan yang diberikan kekuatan untuk membakar dan mengubahnya menjadi abu bagi siapa saja yang kepalanya disentuh oleh Brahmasura.

Kisah ini bermula ketika ada seseorang yang merupakan pengikut Dewa Siwa yang sedang melakukan ritual berat dalam jangka waktu yang lama.

Ia adalah pengikut yang setia dan sungguh-sungguh.

Perbuatannya mampu membuat Dewa Siwa takjub sehingga suatu ketika Dewa Siwa ingin mengabulkan permintaannya.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, pengikut Dewa Siwa itu meminta agar diberikan keabadian hidup.

Baca juga: Sok Jagoan di Kandang Lawan, Tentara Rusia Malah Kelaparan dan Menyerah di Kharkiv, Ukraina

Baca juga: Ibu-ibu Rumah Tangga Menjerit, Harga Gas Elpiji Naik Fantastis, Jadi Rp197 Ribu Per Tabung

Namun permintaan sang pengikut ini tidak dapat dikabulkan oleh Dewa Siwa, karena keabadian tidak diperuntukan untuk makhluk hidup.

Sang pengikut tak habis akal, ia meminta hal lain yakni sebuah kekuatan yang jika ia menyentuh kepala seseorang dengan tangannya, orang tersebut akan berubah menjadi abu.

Tanpa berpikir panjang, Dewa Siwa langsung mengabulkan permintaan pengikut setianya ini.

Tentu sang pengikut senang bukan kepalang.

Namun siapa sangka, setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, timbul keraguan dalam dirinya.

Ia tak sepenuhnya percaya dengan apa yang telah diberikan Dewa Siwa kepadanya.

Hingga untuk membuktikan kekuatan yang telah ia peroleh, sang pengikut ini pergi ke hutan untuk mencari sesuatu yang bisa ia jadikan 'kelinci' percobaan.

Di jalan ia menemukan seekor kerbau, lantas ia langsung membuktikan kekuatannya dengan menyentuh kepala kerbau tersebut.

Tak menunggu waktu lama, seekor kerbau tersebut lantas berubah menjadi abu.

Setelah itu, barulah sang pengikut tadi senang dan benar-benar percaya kepada Dewa Siwa.

Sayangnya, kekuatan yang diberikan kepadanya tersebut tidak ia gunakan dengan baik dan bijak.

Karena merasa memiliki keistimewaan, ia lantas berbuat semena-mena dengan melakukan berbagai macam kerusakan di bumi.

Hatinya seakan diselimuti oleh kegelapan, ia kini telah dibutakan oleh kekuasaan.

Sang pengikut ini seakan lupa dari mana kekuatan yang ia dapatkan, dari seorang pengikut setia ia lantas berubah menjadi Bhasmasura yang haus akan kekuasaan.

Ia tak segan-segan mengambil tahta Maha Dewa dari Dewa Siwa. 

Akibat dari kerusakan yang ia lakukan, ia lantas dikenal dengan nama Bhasmasura, yakni Bhasma berarti abu, dan asura berarti iblis atau setan.

Melihat sang pengikut kini telah berbelok jauh dari ajarannya, Dewa Siwa kemudian memiliki ide yakni meminta Bhasmasura untuk menyentuh kepalanya.

Bhasmasura pun menyetujui permintaan Dewa Siwa, ia lantas langsung mengejar Dewa Siwa.

Dewa Siwa berlari tak berkesudahan, lantaran Bhasmasura terus mengejarnya.

Dewa Wisnu yang melihat kejadian tersebut mengubah dirinya menjadi sosok perempuan cantik dan turun ke bumi untuk menghadapi Bhasmasura.

Siapa sangka, kecantikan perempuan bernama Mohini tersebut mampu menghipnotis Bhasmasura.

Tak butuh waktu lama, Bhasmasura langsung menyampaikan keinginannya untuk mempersunting Mohini.

Mohini tak menolak keinginan Bhasmasura, namun ia memberikan syarat agar Bhasmasura dapat menirukan setiap gerakan tarian yang ia tunjukan.

Bhasmasura nampaknya sudah benar-benar jatuh cinta, hingga ia mengikuti setiap permintaan dari wanita cantik itu.

Selama berhari-hari Bhasmasura terus berlatih menari dan semakin lama gerakan yang dia peragakan semakin mirip dengan gerakan Mohini.

Melihat perkembangan Bhasmasura yang tergolong cepat dan semakin mahir, Mohini memiliki inisiatif untuk melakukan sebuah gerakan yang memang menjadi inti dari tujuannya turun ke bumi.

Mohini lantas meletakan tangannya di atas kepala, dan Bhasmasura tanpa sadar mengikuti gerakan Mohini tersebut, sehingga dalam sekejap mata, Bhasmasura pun berubah menjadi abu.

Itulah legenda awal mula kenapa tarian menjadi suatu elemen penting yang ada di India

Karena dipercaya bahwa tarian mampu mengubah kejahatan.

Hingga kini tarian terus diwariskan secara turun-temurun, baik untuk mereka yang beragama Hindu maupun non Hindu.

Budaya menari di masyarakat India pun kini sudah menjadi ritual wajib di setiap acara-acara besar.

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved