Konflik Rusia dan Ukraina
Intelijen Rusia Membelot, Selamatkan Presiden Zelensky dari Pembunuhan
Intelijen Rusia dikabarkan telah membelot, melindungi Ukraina dan menyemapaikan info penting rencana pembunuhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Kendati demikian, tidak jelas berapa banyak pasukan dari regu elite Chechnya yang terbunuh atau ditangkap oleh pasukan Ukraina.
Sebelumnya, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov telah mengonfirmasi kehadiran pasukannya di Ukraina.
Chechnya merupakan wilayah otonom yang merupakan bagian dari Rusia. Kadyrov sendiri merupakan sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pasukan Chechnya bukan satu-satunya pasukan diyakini memburu Zelensky.
Anggota Grup Wagner, sebuah kelompok tentara bayaran dari Rusia, diperkirakan juga beroperasi di Ukraina dengan perintah untuk membunuh Zelensky.
Dalam perang Rusia-Ukraina ini, Chechnya memang memberikan bantuan dengan mengerahka, 12.000 tentara elitnya ke Medan perang.
Mereka mendapatkan tugas khusus yaitu membunuh Presiden Zelensky.
Baca juga: Dua Helikopter Canggih Rusia Ditembak Jatuh Ukraina, Ini Spesifikasi Heli Tempur Legendaris Tersebut
Namun bukan hanya pasukan dari Chechnya saja yang dapat mandat untuk melenyapkan Zelensky, pemimpin Rusia Vladimir Putin juga disebut-sebut mengerahkan tentara bayaran di garis terdepan untuk tujuan tersebut.
Mereka adalah Grup Wagner.
Siapa Grup Wagner?
Grup Wagner adalah sebuah perusahaan militer swasta, beroperasi di Kyiv dengan perintah dari Kremlin untuk membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menurut sebuah laporan oleh surat kabar Inggris The Times, Senin.
Kelompok Wagner dituding diam-diam bekerja untuk pemerintah Rusia untuk melakukan operasi tempur di berbagai belahan dunia.
Mereka pernah hadir di Libya saat sedang berperang saudara, serta di Suriah, Mozambik, Mali, Sudan, dan Republik Afrika Tengah.
Dari Oktober 2015 hingga setidaknya 2018, Wagner bertempur dengan militer Rusia dan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 300 operator Rusia dari Wagner tiba di daerah kantong separatis Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur dengan mengenakan pakaian sipil, menurut pejabat Uni Eropa yang dikutip oleh New York Times.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220302-intelijen-rusia.jpg)