Kamis, 30 April 2026

Ramadhan

Kapan Afdolnya Niat Puasa Ramadan Diucapkan?

Apakah niat puasa dilakukan ketika malam hari, subuh atau ketika matahari sudah terbit?

Tayang:
Editor: fitriadi
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Kapan afdolnya membaca niat puasa Ramadan? 

BANGKAPOS.COM - Niat merupakan salah satu di antara rukun puasa.

Sebagaimana ibadah lain, ibadah puasa bisa menjadi tidak sah jika tidak disertai niat.

Masalah niat ini menjadi penting dibahas sehingga ibadah puasa Ramadan 2022 tidak sia-sia.

Satu di antaranya soal kapan sebaiknya niat puasa Ramadan diucapkan.

Apakah niat puasa dilakukan ketika malam hari, subuh atau ketika matahari sudah terbit?

Berikut ini penjelasan dari Ustaz Satibi Darwis, Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, dikutip Bangkapos.com dari Tribunnews.com.

Baca juga: Keutamaan Ramadan, Perbanyak Amalan Ini Agar Dosa Diampuni

Menurut Ustaz Satibi cara melakukan niat untuk puasa sunnah dan puasa wajib berbeda.

Perbedaanya terletak pada waktu pengucapan niat.

"Niat puasa untuk yang sunnah tidak wajib dilakukan malam hari, artinya kalau puasa sunnah niatnya boleh pada pagi hari asalkan di pagi hari belum makan."

"Maka ketika dia ingat ingin berpuasa boleh dia berniat langsung untuk puasa sunnah," ujarnya dilansir YouTube Tribunnews.com program Tanya Ustaz.

Ia menjelaskan puasa Ramadan merupakan puasa wajib dan cara mengucapkan niat puasa Ramadan ada dua macam.

Cara yang pertama berdasarkan Jumhurul Ulama dari Maliki, Syafii dan Hambali.

Dalam pandangan ini, niat puasa bulan Ramadhan wajib dilakukan pada waktu malam hari.

Hal ini sesuai dengan Hadist yang artinya:

Siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.

"Hadist ini menjadi acuan yang diambil oleh madzhab Maliki, Syafii dan Hambali bahwa niat harus disampaikan pada waktu malam hari," ujarnya.

Kemudian cara yang kedua berasal dari madzhab Hanafi.

Disini niat puasa Ramadan boleh dilakukan setelah fajar sampai pertengahan siang hari.

Baca juga: Tata Cara Membayar Fidyah Utang Puasa Ramadan

Sesuai dengan firman Allah, Al-quran Surat Al-Baqarah ayat 187:

Dan makanlah, minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam dari fajar kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam.

"Ayat inilah yang menjadi pegangan Hanafi puasa Ramadan bisa juga setelah fajar orang itu berniat tapi batasannya dari fajar sampai pertengahan siang hari," ungkapnya.

Namun dari dua pandangan tersebut, Ustaz Satibi lebih menganjurkan menggunakan cara dari Jumhurul Ulama yaitu Maliki, Syafii dan Hambali.

Apabila umat Islam ada yang sering lupa mengucapkan niat ketika ingin berpuasa, Ustaz Satibi menganjurkan untuk menggunakan madzhab Maliki yang memperbolehkan berniat untuk satu bulan penuh berpusa dan sekali niatnya diawal Ramadan.

Baca juga: TATA Cara Puasa Qadha Untuk Bayar Utang Puasa Ramadan Tahun Lalu

Menurutnnya, cara ini sebagai antisipasi jika sering terlupa mengucapkan niat puasa.

"Maka pandangan ini sebagai jaga-jaga agar kita kalau khilaf dan lupa jika belum berniat puasa Ramadan."

"Pandangan yang paling rajih setiap malam kita berniat puasa Ramadan."

"Bagus juga mengikuti madzhab Maliki berniat diawal Ramadan," ungkapnya.

Berikut bacaan niat puasa di bulan Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta'ala." (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved