Rabu, 15 April 2026

Berita Pangkalpinang

Minyak Goreng di Pasaran Langka, DPRD Bangka Belitung Minta Jangan Ada Penimbunan !

Kelangkaan minyak goreng menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel).

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Dok/Bangkapos.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung Herman Suhadi bersama Ketua Komisi II Adet Mastur dan Kepala Disperindag Babel Tarmin saat Ngopi 024 Bangkapos.com dalam tema Upaya DPRD Awasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadhan, Jumat (11/3/2022). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kelangkaan minyak goreng menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung (Babel).

Pasalnya permasalah ini dirasakan pada hampir seluruh kabupaten kota di pulau Bangka Belitung.

Tidak hanya berimbas pada ekonomi pelaku usaha dan pemenuhan kebutuhan rakyat namun juga menimbulkan antrean.

"Menyikapi keadaan kelangkaan bahan pokok khususnya minyak goreng, ini bersifat nasional tidak hanya di Babel," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung Herman Suhadi saat Ngopi 024 Bangkapos.com dalam tema Upaya DPRD Awasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Sembako Jelang Ramadhan, Jumat (11/3/2022).

Dia tak menampik perkebunan sawit yang menjadi bahan pokok minyak goreng itu tersebar merata di seluruh kabupaten Provinsi Bangka Belitung.

"Kita memang penghasil minyak sawit atau CPO, masyarakat menanyakan kita banyak kebun sawit kok minyak goreng langka.Namun satu hal yang perlu diluruskan, Babel memang penghasil sawit tapi bukan penghasil minyak goreng atau kita bukan produksi minyak goreng sehingga distribusi minyak goreng masuk ke Babel," jelasnya.

Baca juga: Stok Minyak Goreng di Bangka Belitung 184.000 Liter dan Lokasi Tempat Warga Berburu Minyak Goreng

Baca juga: 9.400 Liter Minyak Goreng Masuk ke Toboali, Ini 11 Oulet yang Dapat Jatah dari Distributor CV Menara

Namun memang informasinya ada satu pabrik produksi minyak goreng di Pulau Belitung.

"Kami tidak tinggal diam, komisi II sering melakukan sidak ke pasar-pasar dan pendistribusian minyak goreng, mereka cukup gencar dan mengimbau jika ada barangnya jangan ditimbun," katanya.

Hasil dari kunjungan para wakil rakyat itu menunjukan barang memang belum sampai ke Bangka Belitung.

"Tentunya kami menyarankan masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi hal ini, jangan panik hingga khawatir menimbun kemudian dijual lagi. Kami DPRD selalu berkordinasi dengan eksekutif dan forkopimda, bagaimana caranya kebutuhan minyak goreng bisa terpenuhi sesuai kebutuhan masyarakat Babel," imbau Mantan Anggota DPRD Bangka ini.

Perlu Ada Pabrik Produksi

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Belitung, Adet Mastur mengatakan komisi II memang sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai kelangkaan minyak goreng.

Bahkan tidak disangka kelangkaan minyak goreng ini menimbulkan antrean cukup panjang saat pembeliaan minyak goreng.

Hal-hal seperti ini tentu menjadi perhatian legislatif yang duduk di tingkat provinsi

"Kami sudah ke lapangan, ke pasar dan supermarket di Sungailiat, memag tidak ada yang jual minyak goreng itu terjadi sudah hampir dua minggu kata mereka," katanya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved