Kamis, 16 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Benarkah Ukraina Menangkan Perang dengan Rusia? Kolonel Amerika Bocorkan Begini Keadaan Sebenarnya

Pesan media Barat memberikan kesan yang salah bahwa Ukraina memenangkan konflik

Editor: Iwan Satriawan
FADEL SENNA / AFP
Seorang tentara Ukraina memeriksa puing-puing gedung apartemen yang hancur di Kyiv pada 15 Maret 2022 

BANGKAPOS.COM-Sejak meletusnya perang antara Rusia dan Ukrainya, media Barat gencar memberitakan suksesnya pasukan Ukraina menghadapi Rusia.

Pihak Rusia juga digambarkan tengah kewalahan menghadapi Ukraina.

Pesan media Barat memberikan kesan yang salah bahwa Ukraina memenangkan konflik, kata seorang mantan kolonel AS.

Rusia telah mencapai tujuannya untuk melumpuhkan peralatan militer dan melumpuhkan tentara Ukraina.

Tetapi Barat berpikir bahwa kegagalan Rusia untuk membuat kemajuan pesat berarti kegagalan, kata mantan Kolonel Douglas Macgregor menurut surat kabar Rusia RT.

Mantan Kolonel Macgregor adalah komandan Resimen Tank ke-4 Angkatan Darat AS.

Selama Perang Teluk tahun 1991, mantan Kolonel Macgregor memimpin 19 tank, 26 kendaraan tempur infanteri Bradley dan 4 peluncur mortir M1064.

Ia membuat prestasi menghancurkan 70 kendaraan lapis baja Irak hanya dalam 23 menit pengiriman.

Pada tahun 2020, Presiden AS saat itu Donald Trump menominasikan mantan kolonel Macgregor menjadi duta besar AS untuk Jerman, tetapi pencalonan ini tidak disetujui oleh Senat.

Militer Rusia secara ketat mengikuti perintah Presiden Vladimir Putin, yaitu meminimalkan korban sipil.

Ini memperlambat kemajuan Rusia ke titik di mana Barat mengira Rusia kalah dan Ukraina menang.

Tetapi kenyataannya adalah sebaliknya, kata Macgregor.

"Tujuan dari konflik ini telah diklarifikasi. Sejak awal, tentara Rusia hanya fokus untuk mengalahkan tentara Ukraina. Misi ini pada dasarnya selesai," kata mantan kolonel AS itu.

"Pasukan Ukraina saat ini dikepung dan diisolasi di banyak kota besar dan kecil," kata Macgregor.

Pasukan utama Ukraina yang terdiri dari sekitar 60.000 tentara juga dikepung di timur, kehabisan pasokan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved