Militer dan Kepolisian
Rusia Vs Ukraina, Inilah Empat Sistem Senjata yang Digunakan Ukraina Hadapi Rusia
Ukraina memiliki tiga sistem senjata yang digunakan sejauh ini, yaitu rudal anti-udara Strela, senjata anti-tank NLAW, dan drone TB-2 Bakraytar
BANGKAPOS.COM-Perang antara Rusia dan Ukraina hingga Minggu (20/3/2022) sudah berlangsung selama 25 hari.
Belum ada tanda-tanda perang akan berakhir kendatu upaya perdamaian sudah dilakukan.
Dalam perang tersebut, Rusia menurunkan beragam peralatan militernya mulai dari tank, artileri, jet tempur hingga helikopter.
Sementara itu, Ukraina memiliki tiga sistem senjata yang digunakan sejauh ini, yaitu rudal anti-udara Strela, senjata anti-tank NLAW, dan drone TB-2 Bakraytar.
Bagaimana detailnya?
1. Rudal anti-udara Strela
Melansir Popular Science, bantuan sebanyak 2.700 rudal anti-udara Strela dikirimkan Jerman ke militer Ukraina.
Pertama kali dikembangkan oleh Uni Soviet, senjata Strela sejenis dengan MANPADS atau sistem pertahanan udara portabel.
Senjata ini ditembakkan dari tabung yang dipasang di bahu.
Rudal Strela pertama diterjunkan pada 1968, dan senjata tersebut diterjunkan oleh banyak militer yang bersekutu dengan Soviet, termasuk Jerman Timur dari 1949-1990.
Senjata yang diberikan Jerman kepada Ukraina berasal dari gudang senjata Jerman Timur, artinya senjata tersebut berusia 31 tahun.
Ada tiga jenis utama dari rudal Strela, dengan seluruhnya menggunakan sensor inframerah untuk melacak target.
Versi pertama Strela, Strela-2, menggunakan sensor inframerah untuk melacak mesin helikopter dan pesawat lainnya.
Sedangkan, Strela 1 merupakan kendaraan yang tidak terkait dengan senjata anti-udara yang juga memulai debutnya pada 1968.
Dikarenakan harus mencari mesin dan panasnya, rudal itu terutama digunakan untuk menembak bagian belakang pesawat, setelah mereka sudah melewati serangan-serangan.
Namun, sensor ini mudah dikacaukan dengan suar, yang dapat dilepaskan oleh pesawat untuk mengarahkan rudal keluar jalur.
Adapun versi Strela-2M dan Strela 3 cukup canggih untuk membedakan antara mesin pesawat dan suar, juga dapat ditembakkan pada pesawat yang mendekat maupun melarikan diri.
Sebagai versi paling canggih, Strela 3 dapat menabrak pesawat pada ketinggian serendah 33 kaki atau sekitar 10 meter hingga setinggi 9.800 kaki atau hampir 3 kilometer; dan dari jarak sedekat 1.600 kaki (sekitar 500 meter) hingga 2,6 mil (lebih dari 4 kilometer).
Hal ini membuatnya menjadi senjata paling berguna melawan helikopter atau serangan jet terbang rendah, dan mungkin digunakan untuk melawan drone meskipun saat Strela dikembangkan, drone tempur militer modern belum dirilis.
Meski demikian, usia senjata yang cukup tua ini bisa diartikan bahwa baterai yang digunakan untuk menyalakan peluncur rudal mungkin telah terkuras dan terdegrasdasi sejak dibuat.
Pada 2014, The New York Times melaporkan bahwa pemberontak yang menggunakan Strelas terpaksa mengisi ulang baterainya sendiri.
2. Senjata anti-tank NLAW
Pada 28 Februari 2022, Luksemburg, negara kecil Eropa barat dan anggota pendiri aliansi militer NATO, menyampaikan akan mengirimkan sebanyak 100 senjata anti-tank NLAW, jip, dan 15 tenda militer ke Ukraina.
NLAW diproduksi oleh perusahaan pertahanan Swedia SAAB dan raksasa pertahanan Inggris Thales.
Senjata ini portabel untuk manusia, dengan jangkauan yang dijanjikan pabrikan dari 65 kaki hingga hampir 0,5 mil.
Senjata NLAW telah diamati digunakan oleh para militer Ukraina.
Ini hanyalah salah satu dari banyak senjata anti-tank yang digunakan dalam konflik.
3. Drone TB-2 Bakraytar
Dibuat oleh perusahaan pertahanan Turki Baykar, TB-2 Bakraytar telah digunakan dalam perang oleh Turki, Azerbaijan, dan Ukraina.
Drone merupakan kendaraan tanpa awak yang dikemudikan jarak jauh, dengan tiga awak darat yang mengoperasikannya.
TB-2 yang digunakan oleh Azerbijan, berkontribusi pada keberhasilan negara tersebut dalam perang Nagorno-Karabakh 2020 melawan Armenia.
Sebagian dari hal tersebut yaitu kegunaan drone TB-2 dapat terbang hingga 27 jam pada jarak lebih dari 90 mil dari tempat peluncurannya.
Selain kamera optik dan inframerah, TB-2 dapat membawa hingga 330 pon rudal dan roket berpemandu laser, termasuk roket anti-tank.
4. Rudal Javelin
Rudal Javelin buatan AS menjadi senjata andalan militer Ukraina, hingga meme yang beredar di media sosial mengubahnya menjadi ikon religi yang disandang oleh Mary Magdalene, seorang santa dari gereja Ortodoks yang dianut mayoritas rakyat Ukraina.
Dijuluki "Saint Javelin," pelindung Ukraina, dia mengacungkan salah satu rudal di bawah lingkaran kuning dan biru bendera Ukraina.
Selain menjadi simbol dukungan AS, sekutu paling kuat Ukraina melawan Rusia, Javelin juga diakui secara militer karena karakteristik teknisnya.
Dilengkapi dengan dua bahan peledak, rudal antitank ini dapat menembus lapis baja tank paling canggih di dunia, dan khususnya T-90 Rusia, yang pelindung peledaknya bereaksi terhadap dampak proyektil untuk mengurangi atau bahkan menghentikannya menembus lapis baja pertahanan tank.
Muatan pertama Javelin meledak saat bersentuhan dengan lapis baja terluar, dan kemudian melepaskan muatan kedua yang lebih kuat, yang menembus hingga ke dalam.
Javelin memiliki jangkauan efektif 2.500 meter, dapat digunakan dalam mode serangan langsung untuk menghancurkan target.
Atau, jika ditembakkan ke atas, dapat menembak jatuh pesawat yang terbang rendah seperti helikopter.
Javelin juga dapat digunakan dalam mode serangan tidak langsung dari atas.
Cara kerjanya, rudal naik hingga ketinggian 160 meter dan kemudian jatuh menghunjam secara vertikal ke sasaran, seperti lembing legiun Romawi kuno.
Seperti video game
Lintasan dari atas inilah yang membuatnya menjadi senjata yang tangguh dan ditakuti saat melawan tank, karena pintu masuk kendaraan berada di sisi atas, dan di situlah mereka paling rentan.
Lebih ringan dari sistem antitank lain yang membutuhkan tripod, Javelin dapat diluncurkan dari bahu seorang prajurit.
Proyektil dikeluarkan beberapa meter dari peluncur sebelum sistem propulsi bekerja, membuat prajurit penembak tidak mudah dikenali dan bahkan memungkinkan Javelin digunakan dari dalam gedung.
Senjata Javelin termasuk dalam kategori "tembak dan lupakan", target dapat dikunci sebelum menembak dan rudal sepenuhnya dipandu sendiri. Penembak dapat berlindung bahkan sebelum rudal mengenai sasarannya.
Menurut seorang tentara AS seperti dikutip France24, rudal Javelin sangat mudah digunakan.
"Jika Anda memainkan video game, Anda bisa menggunakannya," kata prajurit AS tersebut.(*/kompas.com/kompas.tv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20032022tank4.jpg)