Selasa, 19 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Semarakan Grafiti Day, Tembok Kumuh di Pangkalpinang Jadi Lebih Indah

Kegiatan ini selain untuk lebih mempercantik lagi tembok yang kumuh juga menjadi sarana untuk menyalurkan hobi para seniman jalanan.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah |
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Seniman Grafiti Babel yang mempercantik tembok di jalan Budimulia atau sebelum swalayan Ramayana Pangkalpinang, Minggu (20/3/2022) malam. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Geliat seni jalanan Kota Pangkalpinang mulai menunjukkan lagi denyutnya. Tembok yang dulunya kumuh tak terawat itu tersulap jadi cantik, indah, nan warna-warni.

Ini dalam rangka menyemarakkan Indo Graff Day atau hari Graffiti Indonesia jatuh pada 20 Maret 2022.

Para seniman graffiti dan mural Bangka Belitung yang tergabung di Bangka Graffiti itu mempercantik tembok di jalan Budimulia atau sebelum swalayan Ramayana Pangkalpinang.

Seniman Grafiti Babel, Bayu menyebut, kegiatan ini selain untuk lebih mempercantik lagi tembok yang kumuh juga menjadi sarana untuk menyalurkan hobi para seniman jalanan.

Tak hanya itu, kata Bayu kegiatan seperti ini juga menjadi wadah untuk anak-anak vandalisme yang sempat mencoret-coret sudut-sudut Kota.

"Kami sebelumnya sudah melakukan izin dulu dengan pihak toko yang memiliki tembok ini, jadi lebih ke legal wall tidak bukan sembarang. Dan alhamdulillah kami juga dapat suport dari Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menyalurkan hobi kami ini," kata Bayu kepada Bangkapos.com, Minggu (20/3/2022) malam.

Mulai dari pukul 13:00 WIB, 15 seniman Graffiti dan mural itu mulai melukis-lukis tembok yang sebelumnya sudah diberi warna dasar hitam.

"Awalnya kami bentuk komunitas Graffiti Bangka Belitung ini agar anak-anak yang vandalisme ini lebih terarah, ada wadah mereka jadi tidak merusak Kota lagi. Dan terbukti ada dua bekas anak vandalisme Dero dan Rizki yang kemarin sempat dihukum itu bergabung bersama kita," bebernya.

Diakuinya, ketika mewarnai tembok besar itu dengan sebuah karya seperti ada kepuasan tersendiri dalam dirinya.

"Biasanya kita sketch dulu di kertas seperti apa maunya setelah itu baru ditembok. Kalau gini seperti ada kepuasan hasrat kita menggambar, melihat hasil karya kita dilihat para pengendara," sebutnya.

Hingga pukul 21:55 WIB semua gambar selesai, dengan berbagai macam tema tergantung seniman itu sendiri ingin memberi tema apa.

Bahkan kata Bayu, kini sudah ada store penjualan perlengkapan untuk anak-anak Graffiti di Babel yakni Store Wind House di depan alun-alun taman merdeka atau di Aogla Store.

"Di situ sudah ada lengkap alat-alat untuk seniman Graffiti dan mural di Bangka Belitung, mulai dari spray paint hingga kebutuhan lainnya kita sediakan lengkap untuk anak-anak bukan untuk vandal tapi akan kita buat event yang benar-benar," tuturnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved