Minggu, 26 April 2026

Konflik Rusia dan Ukraina

Bertempur Mati-matian Satu Bulan, Terungkap Beginilah Kondisi Terbaru Militer Ukraina dan Rusia

Setelah satu bulan pertempuran, ada tanda-tanda bahwa Rusia dan Ukraina sedang menghadapi kesulitan

Editor: Iwan Satriawan
24h via intisari-online
Tentara Rusia menyita serangkaian senjata Barat yang membantu Ukraina 

BANGKAPOS.COM-Perang antara Rusia dan Ukraina saat ini sudah berlangsung selama satu bulan.

Rusia menunjukkan tanda-tanda kesulitan dalam mempertahankan jaringan logistiknya, sementara Ukraina tampaknya kehabisan senjata dan amunisi.

24 Maret menandai sebulan sejak Rusia melancarkan operasi militernya di Ukraina.

Setelah satu bulan pertempuran, ada tanda-tanda bahwa Rusia dan Ukraina sedang menghadapi kesulitan.

Konflik berkepanjangan membuat Rusia menghadapi tantangan logistik, mendukung tentara di garis depan, menurut surat kabar British Guardian.

Adapun Ukraina, negara ini mengkonsumsi sejumlah besar senjata dan amunisi, sepenuhnya bergantung pada bantuan Barat.

Surat kabar Inggris mengatakan bahwa tentara Ukraina menggunakan senjata anti-tank dan rudal pertahanan udara portabel yang didukung oleh AS dan Barat.

Asap gelap mengepul dari api menyusul serangan udara di kota Lviv, Ukraina barat, pada 26 Maret 2022.
Asap gelap mengepul dari api menyusul serangan udara di kota Lviv, Ukraina barat, pada 26 Maret 2022. (YURIY DYACHYSHYN / AFP)

Pada tahap awal konflik, senjata ini mendapat perhatian dengan melumpuhkan banyak tank dan pesawat Rusia.

Pada konferensi NATO pada 24 Maret, Ukraina meminta Barat untuk mengirim lebih banyak senjata.

Sampai saat ini, Inggris telah berkomitmen untuk mengirim 5.000 rudal lagi ke Ukraina.

Swedia berjanji untuk mengirim 5.000 lebih senjata anti-tank dan Jerman setuju untuk memberikan 2.000 lebih banyak peluru artileri.

Bagi Rusia, hambatan logistik memaksa tentara Rusia untuk membatalkan rencana ofensifnya di banyak bidang, dengan hanya fokus memerangi tentara Ukraina di kota Mariupol.

Barat memperkirakan korban Rusia antara 7.000 dan 10.000 tentara.

Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk.
Tank Rusia dihancurkan oleh pasukan Ukraina di Luhansk. (GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)

Kesulitan ini mencegah Rusia dari mempertimbangkan rencana untuk mengepung dua kota besar di Ukraina, Kiev dan Kharkiv, pejabat Barat menilai.

Sebuah tanda penting adalah serangan balik simultan oleh tentara Ukraina di kota-kota di pinggiran Kiev, termasuk Irpin, Makariv dan Bucha.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved