Sabtu, 18 April 2026

Penuh Khidmat, Santriwan dan Satriwati Ponpes Miftahul Khoirot Wisuda Munaqosah

ratusan santriwan/santriwati Ponpes Miftahul Khoirot Pangkalpinang mengikuti kegiatan Tasyakuran Akhir Sanah dan Wisuda Munaqasah.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Wali santriwan/santriwati melaksanakan foto bersama dengan putra dan putrinya saat prosesi wisuda di Ponpes Miftahul Khoirot Pangkalpinang, Sabtu (26/3/2022) malam.   

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Pemandangan berbeda  di sudut Jalan Mayor Busni, Kelurahan Airkepala Tujuh Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang pasa Sabtu (26/3/2022).

Terlihat sejumlah anak perempuan dan laki-laki mengenakan seragam panjang berwarna hitam dipadu  warna kuning. Anak-anak itu mengenakan toga. Mereka adalah santriwan/santriwati Pondok Pesantren Miftahul Khoirot yang akan diwisuda. 

Bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot, ratusan santriwan/santriwati Ponpes Miftahul Khoirot Pangkalpinang dengan penuh khidmat mengikuti kegiatan Tasyakuran Akhir Sanah yang bertajuk "Kelulusan Pertama dan Wisuda Munaqosah ke-3, pada Sabtu (25/03/2022) malam.

Raut wajah bahagia tergambar jelas di wajah para santriwan/santriwati yang telah menempuh pendidikan munaqosah. Di hari istimewa tersebut mereka akan lulus dan mengikuti jenjang pendidikan berikutnya.

Acara ini dihadiri Asisten Walikota Pangkalpinang, Pengasuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, Lurah Airkepala Tujuh, Penceramah, wali siswa serta para tamu undangan yang memenuhi aula pondok pesantren.

Pantauan Bangkapos.com, acara yang dimulai pada pukul 19.30 WIB ini semakin meriah dengan penampilan santriwan/santriwati yang menyuguhkan aksi nasyid serta unjuk kebolehan dalam membaca arab gundul.

Suasana seketika berubah haru ketika santri membacakan puisi untuk ayahnya yang telah tiada.

"Teringat saat kepergianmu, kutaburi bunga mawar untukmu dan berdoa untuk melepaskanmu, ayah berlinang air mataku ,ayah begitu cepat kau pergi, meninggalkan aku sendiri,"

Begitulah bait-bait puisi yang diucap dengan penuh perasaan oleh seorang santri. 

Selanjutnya, kegiatan diikuti penyampaian tausiyah oleh Ustadz Sayid Muhammad Bhagir lulusan Daru Lughah, Makkah.

Beliau menyampaikan beberapa syarat untuk menuntut ilmu menurut pandangan ulama yang terdiri dari enam hal. 

"Syarat pertama menuntut ilmu itu cerdas, kemudian gigih harus berlomba mendapatkan kebaikan, berambisi dalam meraih sesuatu ,tekadkan pasti bisa, sabar kalau mau menuntut ilmu harus sabar, setelah itu modal , mereka perlu dukungan dari orangtua untuk menuntut ilmu, dan yang terakhir pentunjuk dari ustadz," kata Ustadz Sayid. 

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoirot, K.H Ali Wafa sebelum mewisuda santrinya menyampaikan pesan singkat.

Dalam sambutannya beliau berpesan santriwan/santriwati  Pondok Pesantren Miftahul Khoirot yang malam ini diwisuda semoga mendapatkan ilmu yang bermanfaat, barokah dan tetap istiqomah menjaga akhlakul karimah. 

“Pesan saya semoga anak-anak kami baik yang sudah lulus maupun belum lulus semoga semuanya diberi nikmat kesehatan dan semangat untuk terus tekun belajar tanpa lelah," kata Ali Wafa. 

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved