Gosip Selebritis
INILAH Artis Ine Febriyanti, Mantan Mendiang Galang Rambu Anarki Anak Iwan Fals yang Jadi Sorotan
Ine Febriyanti adalah artis cantik mantan mendiang Galang Rambu Anarki anak Iwan Fals yang meninggal dunia pada 1997 silam.
BANGKAPOS.COM - Artis Ine Febriyanti yang merupakan mantan mendiang Galang Rambu Anarki anak Iwan Fals kembali jadi perbincangan.
Kisah cinta Ine Febriyanti dan mendiang Galang Rambu Anarki di masa lalu itu viral di media sosial, TikTok, sejak Senin 4 April 2022.
Dalam video yang beredar, nama dan foto cantik Ine muncul hingga membuat orang bertanya-tanya.
Padahal Ine sendiri merupakan seorang artis yang hingga kini masih mempertahankan eksistensinya.
Seperti diketahui, Galang Rambu Anarki merupakan putra Iwan Fals yang meninggal pada tahun 1997.
Galang rupanya memiliki seorang kekasih bernama Ine Febriyanti.
Ine sering bermain dalam film layar lebar.
Baca juga: Lahirnya Anak Pertama, Teriakan, Rasa Haru, Iwan Fals Ungkap Kisah di Balik Lagu Galang Rambu Anarki
Terbaru ia berakting di film Bumi Manusia sebagai Nyai Ontosoroh.
Ine Febriyanti beradu akting dengan Iqbal Ramadhan di film tersebut.
Sementara dalam video yang beredar, Ine masih tampak muda.
Ia terlihat mesra dengan Galang Rambu Anarki.

Tak sedikit yang menyebut, Ine-lah sosok yang memberikan pengaruh positif pada Galang.
Sayang, kisah mereka harus terpisah karena maut.
Selain dengan Galang, Ine juga pernah menjalin hubungan dengan Andrey Chilling.
Andrey merupakan drummer grup Bunglon.
Andrey sudah meninggal dunia pada Agustus 2009 karena kecelakaan.
Lantas bagaimana kabar Ine sekarang?
Selain sibuk bermain film, Ine juga sibuk mengurus anak dan suami.
Sempat patah hati ketika kekasihnya meninggal, Ine akhirnya menemukan tambatan hati yang baru.
Ia menikah dengan pria bernama Yudhi Datau.
Pernikahan mereka dikaruniai tiga anak yakni Aisha Nurra Datau, Zeyn Arsa Datau, dan Amanina Aliyya Sahata Datau.
Di usia 46 tahun, Ine masih bergelut di dunia seni peran.
Selain Bumi Manusia, Ine pernah berakting dalam film I Am Hope dan Nay.
Ia juga berkarya di balik layar. Ine setidaknya duduk sebagai sutradara dalam film RUMAH KATULISTIWA.
Meski sempat patah hati ditinggal meninggal pacar, Ine kini hidup dengan baik.
Biodata Ine Febriyanti

Pemilik nama lengkap Sha Ine Febriyanti lahir di Semarang, 18 Februari 1976.
Pada 2003, ia menikah dengan Yudi Datau, seorang sinematografi.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Aisha Nurra Datau, Zeyn Arsa Datau, dan Amanina Aliyya Sahata Datau.
Baca juga: Nama Galang Rambu Anarki Mendadak Trending di Twitter, Ini Rahasia Dibalik Kematiannya
Dikutip dari Tribun Wiki, Sha Ine Febriyanti pernah dinobatkan sebagai duta ASI (Air Susu Ibu) oleh Kementrian Kesehatan.
Selain itu, Sha Ine Febriyanti juga melakukan kampanye antikorupsi melalui film Omnibus berjudul 'Kita Vs Korupsi'.
Kampanye ini diadakan dengan kerja sama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), organisasi Transparency International Indonesia, Management Systems International, USAID dan Cangkir Kopi.
Sha Ine Febriyanti memulai perjalanan kariernya dengan menjadi model.
Ia berhasil menjadi juara cover girl Majalah Mode pada tahun 1992.
Tak hanya dunia modeling, Ine Febriyanti juga melebarkan sayapnya ke dunia akting dengan membintangi sinetron Darah Biru.
Sinetron tersebut membuat namanya menjadi naik daun.
Sinetron yang dibintangi Ine Febriyanti selanjutnya adalah Siluet dan Dewi Selebriti.
Sukses membintangi sinetron, Ine lalu membintangi film Beth dan berperan menjadi seseorang yang menderita gangguan jiwa.
Pentas teater pun juga dimainkan oleh Ine Febriyanti dengan berpartisipasi dalam penggarapan lakon drama Miss Julie.
Lakon tersebut dimainkan bersama Teater Lembaga Institut Kesenian Jakarta, di Graha Bhakti Budaya, TMII, pada September 1999.
Dalam opera tersebut, ia berperan sebagai Miss Kedjora di Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia Indah.
Kariernya semakin menanjak naik saat dirinya berpartisipasi dalam pementasan kolaborasi teater di Jepang berjudul The Whale On the South Sea.
Pementasan itu berlangsung 27 kali, yaitu 23 kali di Tokyo dan empat kali di Okinawa.
Diketahui, Ine Febriyanti juga sempat beristirahat dari dunia seni karena sedang melahirkan.
Pada 2006, Ine pun kembali mementaskan teater yang saat itu berjudul Kentut di Gede Institut.
Selanjutnya, pentas teater Nyai Ontosoroh yang dimainkannya menjadi puncak karier.
Teater tersebut diadaptasi dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Pada 2019, Ine kembali ke layar lebar dengan memerankan Nyai Ontosoroh dalam film berjudul Bumi Manusia garapan Hanung Bramantyo.
Baca juga: RAHASIA Kematian Galang Rambu Anarki Anak Iwan Fals yang Meninggal 23 Tahun Silam Terungkap
Berikut beberapa prestasi Ine Febriyanti, dikutip dari wikipedia:
Film
- Beth (2002)
- Dajang Soembi, Perempoean jang Dikawini Andjing (2004)
- Angin (An Essence of Wind) (2010)
- Nay (2015)
- I Am Hope (2016)
- Bumi Manusia (2019)
- If This Is My Story (2019)
Sutradara dan penulis skenario
- Cinderella (sutradara, 2001)
- Rumah Katulistiwa (sutradara, 2007)
- 'Tuhan' Pada Jam 10 Malam (penulis skenario, 2010)
- Kita Versus Korupsi (sutradara, 2012)
Sinetron
- Darah Biru (1995)
- Siluet (1996)
- Dewi Selebriti (1997)
- Sampek Engtay (2000)
FTV
- Marinka (2000)
Teater
- Miss Julie (1999, 2012)
- Opera Primadona (2000)
- Lamalera: The Whale On the South Sea (2001)
- Ekstrimis (2003)
- Surti dan Tiga Sawunggaling (2010)
- Gandamayu (2012)
- Warm (2013)
- Padusi (2013)
- Heat and Drop (2014)
- Wakil Rakyat Yang Terhormat (2014)
- 3 Perempuan (2014)
- Tjut Nyak Dhien (2014, 2018)
- Panembahan Reso (2019)
Penghargaan yang dimenangkan
- Indonesian Movie Actors Awards - Pemeran Utama Wanita Terbaik (Nay, 2016)
- Festival Film Bandung - Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop (Nay, 2016)
(*/Tribunnewsmaker/TribunStyle)