Senin, 13 April 2026

Bukan Korea Utara, Negara Eropa Ini Ternyata yang Punya Bunker Nuklir Terbesar Di Dunia

Bangunan pertahanan bawah tanah itu ternyata ada di benua Eropa yaitu di negara Swiss.

Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
(KOMPAS.com/Krisna Diantha)
Wisatawan berjalan menyusuri salah satu lorong di Bunker Sonnenberg. Meski negara netral, Swiss sudah menyiapkan bunker jika terjadi perang nuklir. 

BANGKAPOS.COM - Korea Utara dan senjata nuklir sepertinya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Negara dibawah pimpinan Kim Jong Un itu terbilang kerap melakukan uji coba senjata nuklir yang membuat banyak negara tetangganya ketar-ketir.

Namun tahukah Anda, ternyata bunker untuk berlindung dari nuklir terbesar di dunia bukannya milik Korea Utara, ataupun Amerika Serikat.

Bangunan pertahanan bawah tanah itu ternyata ada di benua Eropa yaitu di negara Swiss.

Di negara ini bunker terbesar di dunia sembunyi di bawah tanah negaranya

20.000 penduduk Swiss bahkan dapat ditampung di tempat perlindungan nuklirnya.

Diwajibkan oleh hukum bahwa setiap orang memiliki akses ke salah satu tempat perlindungan lapis baja berat ini di gedung mereka atau gedung di dekatnya.

Para warga Swiss memiliki akses tersebut untuk berjaga-jaga jika perang nuklir terjadi.

Militer Swiss juga menyimpan bunker artileri yang terisi penuh, tetapi Anda mungkin tidak menyadarinya.

Mereka biasanya menyamar sebagai rumah pedesaan yang menawan, tepat di tengah desa.

Selesai pada Oktober 1976 dengan biaya 40 juta franc, bunker Sonnenberg dibangun sebagai tanggapan terhadap undang-undang Swiss yang unik.

UU itu disahkan pada tahun 1963, yang mengharuskan setiap warga negara untuk memiliki tempat berlindung jika terjadi serangan dari luar.

Bunker terdiri dari pusat logistik tujuh lantai yang dibangun di bawah tanah, di atas dua terowongan jalan raya. 

Jika terjadi ancaman nuklir, terowongan akan ditutup untuk lalu lintas dan menjadi rumah bagi 20.000 orang, ditempatkan di tempat tidur susun yang dipasang di sepanjang terowongan sepanjang 1,5 km. 

Berisi ruang komando, rumah sakit, penjara, studio radio dan 700 staf, pusat logistik akan memastikan kehidupan di bawah tanah berjalan lancar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved