Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Kisah Berdirinya Ponpes Hidayatullah, Awalnya Hutan Belantara Kini Prioritaskan Santri Kurang Mampu

Sore itu puluhan anak duduk bersila rapi menghadap ke bangku di Mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Desa Teru

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani
Santri Ponpes Hidayatullah sedang menghafal Al-Qur'an di Mushola. 

Meski awal didirikan belum memiliki santri, namun Irwan Sambasong bersama rekan-rekannya tetap optimis.

Hingga pada akhirnya jumlah santri dan santriwati terus bertambah sejak dibuka tahun 2015 lalu sampai sekarang dengan total 180 santri dan santriwati.

Ustaz Irwan Sambasong, Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Teru, Bangka Tengah
Ustaz Irwan Sambasong, Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Teru, Bangka Tengah (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Menerima Anak Kurang Mampu

Pondok Pesantren Hidayatullah tidak hanya menerima santri yang ingin belajar saja  bahkan banyak orang yang jalan hidupnya tidak seberuntung orang lain dapat tinggal di sini. 

"Pernah kami menerima orang dari dinas sosial seorang bapak-bapak yang sudah kena struk dan dibuang oleh keluarganya tidak ada yang ngurus sehingga di antar ke sini," ujar Ustadz Irwan.

Menurutnya ,Pesantren Hidayatullah bukan hanya sekedar pesantren untuk transfer ilmu tapi juga untuk transfer nilai nilai keislaman.

"Rasulullah bersabda bahwa orang islam itu bersaudara dan persaudaraan itu saling menguatkan yang satu sakit maka yang lain ikut merasakan,"sambungnya.

Para santri yang menempuh pendidikan di sini memiliki jalan cerita hidupnya masing-masing. Ada juga satu keluarga yang diusir sehingga dibawa ke Ponpes ini.

"Ada juga santri yang unik di sini, ada anak berkebutuan khusus (ABK)  yang berbeda dengan yang lainnya, ada anak yatim piatu ,anak terlantar, ada anak yatim yang orangtuanya dalam gangguan jiwa, dan masih banyak lagi," beber Ustadz Irwan.

Hal tersebut ia lakukan  sebagai hamba Allah SWT harus menolong sesama mukmin yang lainnya agar mendapatkan ridha secara berjamaah..

Para santri dan santriwati yang tinggal di Ponpes Hidayatullah diajarkan ilmu agama islam serta menjadi tahfiz Qur'an serta bahkan dididik untuk menjadi seorang dai untuk berjihad di jalan Allah SWT.

Irwan Sambasong, Pimpinan Ponpes Hidayatullah menuturkan sangat terbuka jika ada jamaah yang ingin infaq di jalan Allah SWT melalui Ponpes Hidayatullah, tidak hanya secara materil secara immateril melalui doa pun ia harapkan. Semata-mata untuk kemajuan agar Ponpes Hidayatullah bermanfaat bagi umat.

"Jika ada saudara-saudara yang ingin berinfaq baik itu secara doa ataupun materi kami sangat berterima kasih, mari sama-sama kita melakukan amal kebaikan dengan mengharap ridha dari Allah SWT," harap Ustadz Irwan. ( Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved