Breaking News:

Ini Tanda-tanda Harga Pertalite dan Solar Bakal Naik

Pemerintah sendiri telah menyiapkan rencana lain. Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar, mereka juga bakal menyiapkan strategi jangka pendek..

Bangkapos.com/Rizki Irianda Pahlevy
Ilustrasi SPBU Ibul, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Senin (11/04/2022). 

BANGKAPOS.COM -- Berikut ini tanda-tanda bakal naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yaitu Pertalite dan Solar sudah terlihat.

Adapun sinyal tersebut antara lain beberapa pekan lalu Pemerintah menaikkan harga Pertamax sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia yang sudah mencapai 100 dollar AS per barrel.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, untuk jangka menengah dan panjang, akan dilakukan penyesuaian harga Pertalite, minyak Solar.

"Dan mempercepat bahan bakar pengganti seperti KBLBB, BBG, bioethanol, bioCNG, dan lainnya," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Rabu (13/4/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan kenaikan minyak dunia karena ada ketegangan geopolitik global.

Baca juga: INILAH Bacaan Doa yang Dapat Mendatangkan Harta Sebumi Ilmu Selangit, Selalu Diamalkan Nabi Muhammad

Baca juga: Kerjanya Hanya Ngingetin Makan & Lap Keringat, Ternyata Segini Gaji Aspri Hotman Paris dan Bonusnya

Baca juga: Inilah Sosok Nita Gunawan yang Mau Dinikahi Raffi Ahmad, kalau Vicky Prasetyo Ogah

Baca juga: Kronologi Lengkap, Amaq Sinta Pria Lombok yang Habisi 2 Begal Lalu Ditetapkan Tersangka

Baca juga: PDI Perjuangan Tak Beri Sanksi Anggotanya yang Kedapatan Tonton Video Mesum Saat Rapat di DPR

Kondisi terkait membuat rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) per-Maret 2022 mencapai 98,4 dolar AS per barel.

Ilustrasi SPBU Pertamina Retail (dok. Pertamina)
Ilustrasi SPBU Pertamina Retail (dok. Pertamina) (dok. Pertamina)

"Adapun rata-rata crude price Aramco untuk elpiji telah mencapai 839,6 dolar AS per metrik ton di mana asumsi awal kami di tahun 2022 hanya sebesar 569 dolar AS per metrik ton," ujar Arifin.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan rencana lain. Selain menyesuaikan harga Pertalite dan Solar, mereka juga bakal menyiapkan strategi jangka pendek untuk menambah kuota jenis BBM bersubsidi tersebut.

Rencananya pemerintah bakal menambah kuota Pertalite dari 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter.

Langkah itu diambil karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14 persen pada periode Januari-Maret 2022.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved