Ternyata Ini Alasan Osama Bin Laden Pilih Hancurkan Gedung WTC daripada Empire State Building
Serangan terhadap dua gedung WTC itu masih meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi korban luka dan keluarga korban tewas.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM - 21 tahun silam, peristiwa mengerikan oleh kelompok teroris terjadi di Amerika Serikat.
Dua gedung kembar WTC ditabrak pesawat yang dibajak teroris hingga menewaskan 2.996 orang pada 11 September 2001.
Serangan terhadap dua gedung WTC itu masih meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi korban luka dan keluarga korban tewas.
Gedung World Trade Center itu adalah bangunan kembar lambang kekuatan ekonomi, politik, dan militer AS.
Pasca-serangan mengerikan itu, AS gencar melancarkan perang melawan teroris, dengan melakukan invasi ke Afghanistan dan Irak.
Pasca-peristiwa serangan teroris berdarah itu, AS terus mengampanyekan gerakan melawan teroris hingga sekarang.
BBC Indonesia menggambarkan bagaimana kekacauan dan teror yang terjadi selama 149 menit pada pagi hari itu.
Rencana itu telah diprakarsai lima tahun sebelumnya di pangkalan Al-Qaeda di Afghanistan.
Khalid Sheikh Mohammed, seorang militan Pakistan yang dianggap sebagai arsitek serangan tersebut, muncul dengan ide melatih anggota kelompok mereka sebagai pilot dengan tujuan membajak pesawat dan menggunakannya sebagai senjata melawan AS.
Rencana itu disetujui pemimpin Al-Qaeda, seorang miliader Arab Saudi yang telah berada di radar badan-badan intelijen AS, dan yang akan menjadi orang yang paling dicari di dunia saat itu: Osama bin Laden.
Sembilan belas teroris dari al-Qaeda membajak empat pesawat komersial, dengan sengaja menabrakkan dua pesawat ke lantai atas Menara Utara dan Selatan kompleks World Trade Center dan pesawat ketiga ke Pentagon di Arlington, Virginia.
Menara Kembar akhirnya runtuh karena kerusakan yang diderita akibat dampak dan kebakaran yang diakibatkannya.
Setelah mengetahui tentang serangan lainnya, penumpang di pesawat keempat yang dibajak.
Penerbangan 93 melawan, dan pesawat itu jatuh ke lapangan kosong di Pennsylvania barat sekitar 20 menit melalui udara dari Washington, DC
Serangan itu menewaskan 2.977 orang dari 93 negara: 2.753 orang tewas di New York; 184 orang tewas di Pentagon; dan 40 orang tewas dalam Penerbangan 93.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220418-Foto-Gedung-WTC-yang-terbakar-setelah-ditabrak-pesawat-United-Airlines-Flight-175.jpg)