Sabtu, 9 Mei 2026

Militer dan Kepolisian

Jadi Simbol Perlawanan Ukraina Hadapi Invasi Rusia, Intip Kehebatan Rudal Javelin Buatan AS

Senjata anti-tank yang mampu menembus armor paling canggih dan sangat berguna dalam perang gerilya ini menjadi simbol perlawanan Ukraina

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Sky News
Seorang anggota dinas militer Ukraina memegang rudal anti-tank Javelin saat parade militer pada tahun 2018. 

BANGKAPOS.COM-Senjata anti tank buatan Amerika Serikat (AS), rudal Javelin menjadi ancaman mematikan bagi peralatan tempur milik Rusia.

Rudal inipun menjadi populer selama perang antara Ukraina dan Rusia.

Foto-foto pasukan Ukraina membawa peluncur rudal Javelin menyebar ke seluruh dunia.

Senjata anti-tank yang mampu menembus armor paling canggih dan sangat berguna dalam perang gerilya ini menjadi simbol perlawanan Ukraina terhadap invasi Rusia.

Negara-negara Barat yang ingin mendukung Ukraina secara militer tanpa terlibat konflik langsung dengan Rusia secara besar-besaran meningkatkan pengiriman senjata ke tentara Ukraina sejak Moskwa melancarkan invasi pada 24 Februari.

Pasukan Amerika meluncurkan rudal Javelin
Pasukan Amerika meluncurkan rudal Javelin (Lockheed Martin)

Menurut seorang pejabat senior AS, Ukraina telah menerima sekitar 17.000 senjata anti-tank dari berbagai negara Barat, termasuk beberapa ratus peluncur Javelin.

Pasukan Ukraina juga sudah menerima ribuan senjata anti-tank lainnya, termasuk NLAW Inggris, AT4 dan Carl-Gustav buatan Swedia, Panzerfaust Jerman, serta Instalaza C90 Spanyol.

Spek rudal Javelin

Namun, Javelin buatan AS menjadi senjata favorit Ukraina sampai beredar meme di media sosial yang menggambarkannya sebagai ikon religi disandang oleh Mary Magdalene, santo lambang gereja Ortodoks.

Dijuluki "Santo Javelin" sang pelindung Ukraina, dia membawa salah satu rudal di bawah lingkaran kuning dan biru bendera Ukraina.

Selain menjadi simbol dukungan oleh Amerika Serikat sebagai sekutu paling kuat Ukraina melawan Rusia, Javelin yang berarti lembing juga dipuji oleh militer karena karakteristik teknisnya.

Dilengkapi dengan dua bahan peledak, rudal Javelin dapat menembus tank paling canggih di dunia, khususnya T-90 Rusia, yang pelindungnya bereaksi terhadap dampak proyektil untuk mengurangi atau bahkan mencegahnya menembus tank.

Muatan pertama Javelin meledak saat bersentuhan dengan tank, kemudian melepaskan muatan kedua yang lebih kuat menembus pelindung besi.

Dengan jangkauan 2.500 meter, rudal Javelin dapat digunakan dalam mode serangan langsung untuk menghancurkan target, atau jika ditembakkan ke atas untuk menembak jatuh obyek terbang rendah seperti helikopter.

Namun, rudal Javelin juga dapat digunakan dalam mode serangan tidak langsung seperti dari atas. Contohnya, rudal naik hingga ketinggian 160 meter lalu jatuh secara vertikal ke sasarannya, seperti lembing legiun Romawi kuno.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved