Konflik Rusia dan Ukraina

Rusia Peringatkan Bahaya Nyata Perang Dunia III Setelah AS dan Sekutu Pasok Senjata ke Ukraina

Potensi Perang Dunia III bisa jadi pecah karena AS dan negara-negara sekutunya diketahui memasok persenjataan ke Ukraina

Editor: fitriadi
Sergei SUPINSKY / AFP
Tentara Ukraina mengamati lokasi ledakan setelah terjadi pertempuran dengan pasukan Rusia di Kota Kiev, Ukraina, pada Sabtu (26/2) pagi. 

BANGKAPOS.COM, MOSKOW - Konflik Rusia dan Ukraina dikhawatirkan merembet menjadi konfrontasi lebih luas melibatkan Amerika Serikat dan sejumlah negara NATO.

Risiko lebih fatal dari perang tersebut bisa meletus Perang Dunia III.

Potensi perang secara luas melibatkan banyak negara bisa jadi pecah karena AS dan negara-negara sekutunya diketahui memasok persenjataan untuk membantu Ukraina menghadapi invasi Kremlin.

Peringatan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov saat menanggapi kunjungan pejabat Amerika Serikat ke Ukraina, baru-baru ini.

"Risiko Perang Dunia III sangat serius," ucap Lavrov dilansir dari AFP pada Selasa (26/4/2022).

"Itu nyata, kamu tidak bisa meremehkannya," lanjut dia.

Menlu Rusia mengatakan senjata Barat yang dikirim ke Ukraina 'akan menjadi target yang sah' bagi militer Rusia.

Lavrov menyebut peringatan itu juga bagian dari kritik terhadap Ukraina yang coba menggagalkan pembicaraan damai.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengkritik pernyataan Menlu Rusia soal bahaya nyata Perang Dunia III.

“Rusia kehilangan harapan terakhir untuk menakut-nakuti dunia agar tidak mendukung Ukraina. Jadi pembicaraan tentang bahaya 'nyata' dari Perang Dunia III," tulis Kuleba di Twitter.

“Ini hanya berarti Moskow merasakan kekalahan di Ukraina. Oleh karena itu, dunia harus menggandakan dukungan untuk Ukraina sehingga kami menang dan menjaga keamanan Eropa dan global,” lanjut Kuleba, dikutip dari BBC.

AS ibarat menuang minyak ke api

Melansir Aljazeera, Rusia telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina karena pengiriman pasokan senjata tersebut seperti 'menuangkan minyak ke dalam api'.

Sekadar diketahui, AS telah memberikan sekitar $6,4 miliar dalam bantuan militer ke Ukraina sejak 2014.

Sebesar $3,7 miliar dari itu dialokasikan dalam serangkaian paket yang diumumkan setelah invasi Rusia ke negara tetangganya sekitar dua bulan lalu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved