Ini Baru Negara Sultan, Harga BBM di Brunei Darussalam Lebih Murah dari Es Teh
Digadang-gadang harga BBM di Brunei Darussalam kali lipat lebih murah dari harga minuman es teh
Penulis: Vigestha Repit Dwi Yarda | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM - Brunei Darussalam merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan minyak bumi.
Saking kayanya, harga BBM di negara petro dollar itu dipatok sangat murah.
Bahkan digadang-gadang harga BBM di sana dua kali lipat lebih murah dari harga minuman es teh.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wulan di kanal YouTubenya Wulan's Life.
Dijabarkan Wulan harga solar di Brunei Darussalam hanya 31 sen atau senilai Rp3.500 per liternya.
Sementara untuk harga bensin RON 97 dihargai 53 sen atau Rp5.500.
Tentunya harga BBM di Brunei jauh lebih murah ketimbang di Indonesia yang kini justru merangkak naik.
Bahkan Wulan menyebut harga BBM di Brunei dua kali lipat lebih murah dibandingkan harga es teh.
"Lebih mahal es teh yang seharga 1 dollar Brunei atau Rp10.500," imbuh Wulan.
Baca juga: Larangan Brunei Darussalam, Tak Boleh Makan di Depan Umum Saat Ramadhan, Melanggar Bisa di Penjara

Wulan juga menerangkan di Brunei Darussalam harga BBM tetap stabil, meski harga minyak dunia mengalami turun naik.
"Dari saya di sini 10 tahun yang lalu hingga sekarang tak ada kenaikan sama sekali," kata dia.
Tak cuma jadi negara yang menawarkan harga BBM murah, di Brunei Darussalam ada fasilitas pendidikan dan juga kesehatan gratis yang disediakan.
Baca juga: Jadi Negara Kaya, Ternyata Segini Penghasilan Penduduk Brunei Darussalam Pertahun
Kerajaan Brunei Darussalam menggratiskan pendidikan di negara ini, mulai dari sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi.
Jadi ketika menempuh pendidikan di Brunei Anda tak akan diwajibkan untuk membayar biaya sekolah.
Bahkan Wulan menyebut pihak kerajaan akan menyediakan fasilitas bus penjemputan gratis bagi siswa yang jarak rumah 5 km dari sekolah.
Serunya lagi saat masuk perguruan tinggi, dijelaskan Wulan bahwa mahasiswa akan dibagikan elaun atau tunjangan senilai 300 dollar Brunei atau setara Rp3,2 juta setiap bulan.
"Bagi mahasiswa yang dikirim ke sekolah luar negeri ada elaun biaya hidup di luar negeri, dan elaun asrama selama pendidikan berlangsung," kata Wulan.
Terang-terangan, Wulan menyebut Warga Brunei yang berstatus pribumi atau IC Kuning dan IC Merah dan penduduk tetap diberikan asuransi kesehatan secara cuma-cuma.
"Misal saat sakit atau medical check up di klinik di Brunei warga Brunei hanya membayar 1 dollar atau 10.500 untuk biaya adminstrasi saja," tandas Wulan.
Sementara itu untuk anak-anak benar-benar tak dibebankan bayaran sepeserpun.
Wulan menjelaskan klinik di Brunei dianggap seperti puskemas yang tersebar di setiap kecamatan di Brunei Darussalam.
Tak cuma di klinik, rumah sakit pun menggratiskan biaya kesehatan bagi pasien yang opname atau menderita sakit parah.
"Kalau penyakitnya tak bisa ditangani di Brunei Darussalam, pihak kerajaan akan mengantar pasien ke luar negeri," lanjut Wulan.
Dalam artian seluruh pembiayaan akan ditanggung pihak kerajaan Brunei.
"Pengantar pasien ke luar negeri akan mendapat elaun atau biaya hidup selama di luar negeri," tutur Wulan.
Tak cuma itu, setiap 3-6 bulan sekali warga Brunei akan mendapatakan kesempatan medical check up gratis di klinik kerajaan.
"Terjamin banget kehidupan tidak khuatir dengan biaya kesehatan," pungkasnya.
(Bangkapos.com/Vigestha Repit)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220220-jalanan-brunei-darussalam.jpg)