Militer dan Kepolisian
Dibantu Pengusaha, Ini Misi Rahasia AS Mengambil Senjata Nuklir dari Kapal Selam Soviet yang Hilang
Selama waktu ini, CIA diam-diam menyusun rencana yang memungkinkan mereka untuk mencoba mengambil K-129
BANGKAPOS.COM-Seorang pebisnis kesohor dibantu dinas rahasia Amerika Serikat (AS) yaitu Central Intelligence Agency (CIA), pernah melakukan misi rahasia untuk mendapatkan senjata nuklir Uni Soviet.
Misi rahasia tersebut dinamakan proyek Azorian.
Proyek Azorian adalah misi rahasia Howard Hughes, seorang raja bisnis Amerika Serikat (AS), investor, pilot, insinyur, sutradara film, dan dermawan.
Selama hidupnya, Howard Hughes dikenal sebagai salah satu individu paling berpengaruh dan sukses secara finansial di dunia.
Dilansir dari thevintagenews.com pada Senin (2/5/2022), pada tahun 1974 sebuah pengumuman besar dibuat oleh Howard Hughes.
Di mana perusahaannya sedang mencari sumber logam berharga yang terletak di dasar lautan.
Obyek keinginan Hughes tampaknya merupakan produk misterius dan langka dari kedalaman laut yang disebut nodul mangan.
Konkresi batuan di dasar laut ini terbentuk dari lapisan konsentris besi dan mangan hidroksida di sekitar inti dan telah menjadi bahan perdebatan dan penelitian sejak tahun 1960-an.
Demi mencarinya, Hughes membangun sebuah kapal raksasa dan mengirimkannya ke tengah Samudera Pasifik, di mana penggalian laut dalam akan dilakukan.
Kapal itu bernama USNS Hughes Glomar Explorer dan dilengkapi dengan teknologi penambangan dan penyelaman mutakhir, termasuk rig yang menjulang tinggi dan peralatan pengeboran terbaru.
Kapal itu didirikan untuk turun sekitar tiga mil di bawah permukaan laut untuk mencari mineral berharga.
Meskipun ide menambang nodul mangan terdengar bagus, sebenarnya bukan itu alasan kapal Glomar Explorer dikirim ke Samudera Pasifik.
Alasan di balik ekspedisi itu jauh lebih bersifat konspirasi.
Ini melibatkan CIA, kapal selam Uni Soviet yang hilang yang membawa rudal nuklir, dan salah satu aksi pemasaran terbesar abad ke-20.
Pada bulan Februari 1968, sebuah kapal selam bertenaga diesel-listrik Uni Soviet yang ditunjuk sebagai K-129 sedang melakukan patroli tempur rudal balistik selama 70 hari di Pasifik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/02052022howard.jpg)