Breaking News:

Bansos

Kabar Gembira Bansos Subsidi Upah (BSU) Cair Setelah Lebaran, 1 Karyawan Dapat Rp1 Juta

Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada karyawan atau buru habis lebaran. Tiap karyawaan akan menerima uang sebesar Rp1 juta.

Penulis: Teddy Malaka CC | Editor: Teddy Malaka
(Shutterstock)
Ilustrasi Insentif rupiah 

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah akan menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada karyawan atau buru habis lebaran.

Tiap karyawaan akan menerima uang sebesar Rp1 juta.

Kriteria penerima BSU atau BLT subsidi gaji yaitu pekerja penerima upah dibawah Rp 3,5 juta serta terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Adapun di tahun 2022 ini, jelas Menaker, kriteria penerima BSU sementara didesain untuk pekerja/buruh yang memiliki upah di bawah Rp3,5 juta.

Basis data penerima BSU juga masih menggunakan data pekerja/buruh peserta BPJS Kenagakerjaan. 

"Pemerintah mengalokasikan anggaran BSU 2022 sebesar Rp8,8 triliun dengan alokasi bantuan per penerima sebesar Rp1 juta.

Adapun rincian terhadap kriteria dan mekanisme BSU 2022 ini sedang digodok oleh Kementerian Ketenagakerjaan," kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah. 

Saat ini, Kemnaker setidaknya tengah mempersiapakan seluruh instrumen kebijakan pelaksanaan BSU 2022.

Baca juga: Jadi Komedian dengan Harga Termahal, Segini Nilai THR Sule untuk Karyawannya, Nathalie :Harus Segitu

Baca juga: Harga CPO Capai Rp23.900 per Kg, Sungguh Ironis Harga TBS Petani Malah Anjlok

Baca juga: Pria Perantau Tewas di Pondok Kebun, Diduga Minum Racun Tikus

Hal ini dilaksanakan untuk memastikan bahwa program ini dapat dijalankan dengan cepat, tepat, akurat, dan akuntabel. 

Menaker menjelaskan, cepat dimaksudkan agar BSU dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pekerja/buruh. Tepat bermakna sesuai dengan sasaran penerima, serta sesuai dengan persyaratan dan ketentuan. 

"Sedangkan akurat didasarkan pada data yang bisa dipertanggungjawabkan, dan akuntabel sesuai dengan tata kelola yang benar," katanua. 

Selain itu, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan beberapa hal antara lain merampungkan regulasi teknis BSU 2020, mengajukan dan merevisi anggaran bersama Kemenkeu. 

"Serta yang tidak kalah penting adalah mereviu data calon penerima BSU 2022 bersama BPJS Ketenagakerjaan, dan berkoordinasi dengan pihak Himbara selaku Bank Penyalur," ujarnya.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan alokasi anggaran BSU kali ini mencapai Rp 8,8 triliun.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved