Pemeran Hantu KKN di Desa Penari Dibayar Rp 75 Ribu, Harus Standby 24 Jam
Di balik kesuksesan film 'KKN di Desa Penari,' ternyata ada kisah pilu yang terselip yang dirasakan pemainnya
BANGKAPOS.COM - Kisah pilu dirasakan oleh Subardo yaitu salah satu warga Dusun Ngluweng, Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen, Gunungkidul yang dilibatkan berperan menjadi hantu dalam salah satu adegan KKN di Desa Penari
Di balik kesuksesan film 'KKN di Desa Penari,' ternyata ada kisah pilu yang terselip yang dirasakan pemainnya.
Padahal tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap film 'KKN di Desa Penari' berhasil menghantarkan film tersebut menjadi film yang paling banyak ditonton dengan jumlah 7 juta kali penayangan.
Baca juga: Ingin Kecam Rusia, Mantan Presiden AS George W Bush Keceplosan Ungkap Invasi Ilegal ke Irak?
Baca juga: Bukan Hanya Berhubungan Biologis, Ini yang Diinginkan Suami saat Berduaan Bersama Istri
Baca juga: Kebohongan Presiden Zelensky Terungkap Setelah Petempur Ukraina di Azovstal Menyerah
Pemilik akun Twitter @dwikiaprinaldi mencuitkan soal bayaran kerja pemeran hantu di film KKN yang ternyata dibayar rendah.
"di Jogja, hantu pun underpaid, gws," tulis Dwiki dilansir dari Twitter, Jumat (20/5)/2022).
Subardo pun lantas membagikan pengalaman syutingnya menjadi hantu, hingga bayaran yang diterimanya.
"Saya itu didapuk (diminta) jadi hantu.
Selain itu saya juga ikut jaga di sini," ujar Subardo.
Tak hanya ia seorang, ternyata ada sejumlah 50 warga lain yang juga ikut proses syuting.
Fakta lain yang mengejutkan, ternyata selama 24 jam riasan wajah hantu tersebut tak boleh dihapus.
Serta mereka harus menunggu dalam bus ber-AC agar riasannya tidak luntur.
Selain itu, selama waktu syuting, talent diminta untuk tak memejamkan mata.
Jika ada satu orang yang tidak sengaja mengedipkan mata atau melakukan gerakan lain yang tak sesuai yang diinginkan, maka siap-siap saja akan mengulang adegan tersebut.
Baca juga: Reaksi Wanda Hamidah Dilaporkan Mantan Suami Kasus Perusakan, Kuasa Hukum Buka Suara
Baca juga: Kisah Kevin Hillers Pemain Ikatan Cinta Dirawat RS Akibat Saraf Kejepit, Tetap Syuting Pakai HP
Baca juga: Ingat Anggota DPR Tonton Video Asusila saat Rapat? MKD Sudah Beri Keputusan, Begini Hasilnya
Usut punya usut, alasan Subardo dan warga lain dilibatkan syuting tersebut, karena syuting tersebut memakan waktu lebih dari satu hari.
Lantas mereka pun diberi upah sebesar Rp 75 ribu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220520-pria-ini-ikut-syuting-film-kkn-di-desa-penari.jpg)