Senin, 13 April 2026

Ternyata Inilah Alasan Mengapa WhatsApp Tidak Populer di Amerika Serikat

WhatsApp merupakan aplikasi populer di berbagai Negara, namun ternyata WhatsApp tidak banyak digunakan di negara kelahirannya sendiri, ini alasannya

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
tribunnews.com
Inilah alasan mengapa warga Amerika tidak menggunakan WhatsApp 

BANGKAPOS.COM -- WhatsApp adalah aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan Anda untuk bertukar pesan tanpa pulsa.

WhatsApp juga dapat digunakan untuk melakukan panggilan video atan telepon biasa.

WhatsApp menggunakan paket data untuk melakukan pengiriman pesan dan berbagai macam panggilan.

Aplikasi pesan lintas platform ini sebenarnya dibuat oleh Brian Acton dan Jan Koum di Amerika Serikat pada tahun 2009 silam.

Namun WhatsApp kemudian diakuisisi Facebook pada tahun 2014 lalu.

WhatsApp kemudian semakin populer dan digunakan diberbagai negara, termasuk Indonesia.

Meskipun WhatsApp berasal dari Amerika, ternyata aplikasi chatting ini tidak begitu populer di sana.

Menurut laporan dari We are Social and Hootsuite pada tahun 2020 lalu, WhatsApp hanya digunakan sebanyak 19 persen saja di Amerika.

Jika dibandingkan dengan Indonesia, angka tersebut sangat minim sekali.

Karena di Indonesia, pengguna WhatsApp mencapai angka 84 persen.

Bangka Pos telah merangkum beberapa alasan mengapa WhatsApp tidak begitu populer di negara kelahirannya sendiri.

Privasi

Melansir dari kanal YouTube Tech By Kompas, berdasarkan survei Science & Engineering Indicators 2018, orang Amerika sangat mementingkan privasi.

Seperti yang diketahui, WhatsApp memiliki berbagai macam fitur yang menarik.

Seperti fitur berbagi lokasi, fitur untuk melihat apakah orang sedang online atau tidak,

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved