Horizzon
Saat Amerika Gagal Sombong di Film Top Gun
Amerika adalah potret bagaimana mereka sukses membangun nasionalisme yang kuat sehingga menjadi negara yang hebat.
MESKI terkadang bikin jengkel lantaran ulahnya yang sering menang sendiri, akan tetapi harus diakui jika Amerika sukses membangun rasa nasionalisme yang sangat kuat.
Hampir di seluruh elemen kehidupan, Amerika sukses menciptakan kebanggaan atas rasa Amerika bagi warga negaranya. Mulai dari ekonomi, politik luar negeri, budaya hingga gaya hidup, Amerika sukses menanamkan rasa bangga hingga virusnya bahkan sampai meracuni peradaban manusia di luar Amerika.
Rasa ke-Amerika-an yang kuat inilah yang kemudian bisa memaksakan paham mereka mampu menguasai dunia. Kesuksesan membangun pengaruh inilah yang kemudian mampu menciptakan sebuah ukuran kebenaran tersendiri. Asal itu berlabel Amerika, maka tak peduli jahat, tak peduli norak dan bahkan mungkin berbau 'hoax' maka itulah yang benar.
Hebatnya, jiwa nasionalisme yang kuat ini tertanam di seluruh elemen dan sendi kehidupan warga Amerika. Tanpa dikomando, jiwa dan rasa ke-Amerika-an ini bahkan sudah mendarah daging di orang-orang Amerika.
Paling sederhana mengupas ini adalah dari sisi film-film besutan Amerika yang juga memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Meski sejarah mencatat bagaimana Amerika berdarah-darah dalam perang panjang di Vietnam, namun hampir tak ada satupun film besutan Amerika yang mengambil latar belakang perang Vietnam menunjukkan tak berkutiknya Amerika melawan perang gerilya tentara Vietnam.
Bukan hanya mampu membius publik untuk ikut menjadi bangga atas Amerika, setiap film besutan Amerika, penonton selalu dipaksa untuk berdiri di pihak Amerika dan bahkan secara tak sadar dipaksa menjadi bagian dari tokoh hero ala Amerika.
Jika masih ingat film Rambo, sebagai penonton seolah-olah terbius untuk seolah-olah menjadi Rambo itu sendiri. Beberapa hal yang sebenarnya tidak logis, mustahil dan berlebihan seolah- olah terkesampingkan dan kita tanpa sadar menjadi hero bagi Amerika yang 'maha' benar dan harus selalu benar bin menang.
Di hampir semua film produksi Amerika, selain sebagai bisnis tontonan yang sukses dan efektif untuk mendulang dolar, Amerika juga seolah-olah menguatkan propaganda sikap pro Amerika yang begitu nyata. Dan ini justru sangat kentara di film Top Gun: Maverick yang tampaknya gagal mengemban misi tersebut.
Sebagai sebuah bisnis, film keluaran Paramount Picture ini mampu menembus rating A+ dan mengumpulkan lama US$180 juta. Namun jika mau diakui, situasi politik luar negeri Amerika dalam menyikapi perang Ukraina, ada yang kurang di film yang masih laris manis di sejumlah bioskop tanah air ini.
Kita tahu, Top Gun: Maverick mengisahkan tentang veteran terbaik pilot AL yang mengemban misi memimpin peledakan stasiun pengayaan uranium yang ada di sebuah negara yang menjadi musuh NATO. Meski tidak menyebut pasti negara tersebut, namun kita tahu negara mana yang disebut dalam film tersebut.
Sudah diduga, Top Gun memamerkan bagaimana kecanggihan dan kehebatan teknologi perang mereka, plus kehebatan pilot yang mereka miliki. Dengan persiapan misi yang hanya dua pekan, Amerika di dalam Top Gun: Maverick sukses menghancurkan stasiun pengayaan uranium terbesar yang mengancam perdamaian dunia. Dalam Top Gun, Amerika juga lagi-lagi menanamkan dan menahbiskan dirinya sebagai polisi dunia.
Meski tetap asyik untuk dijadikan hiburan, Top Gun gagal menghipnotis secara total penontonnya. Menjadi tokoh sentral di film tersebut, Tom Cruise gagal mengajak penonton menjadi bagian dari dirinya.
Aksi heroik Tom Cruise tak lebih dari sebuah tontonan belaka. Penonton tak sampai terlihat emosional seolah menjadi Tom Cruise yang jibaku merepresentasikan Amerika menegakkan kebenaran.
Sikap ragu Amerika yang tampak nyata di perang Rusia-Ukraina jauh lebih meracuni penonton secara nyata sehingga Top Gun gagal membawa penonton menjadi 'orang Amerika. '
Barangkali, jika film ini dirilis tepat waktu, situasinya menjadi berbeda. Film ini harusnya rilis tahun 2020 dan memilih menunda penayangannya saat Covid-19 melanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibnu-taufik-jr.jpg)