Minggu, 10 Mei 2026

Kesehatan

Gatal di Area Anus dan Sakit Perut, Bisa Jadi Terinfeksi Cacing Kremi, Kata dr Saddam Ismail

Cacing kremi tidak hanya dapat menyerang anak-anak saja, namun semua golongan. Ini penyebab, gejala, dan cara mengatasinya. Tips dr Saddam Ismail

Tayang:
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Alza Munzi
Youtube dr Saddam Ismail
Penjelasan dr Saddam Ismail terkait infeksi cacing kremi 

BANGKAPOS.COM -- Cacing kremi merupakan jenis cacing parasit yang dapat menyerang dan menjangkit tubuh manusia.

dr Saddam Ismail mengatakan bahwa cacing kremi memang dapat masuk ke dalam tubuh manusia, dan itu adalah fakta.

Cacing kremi ternyata memiliki jenis kelami, yakni jantan dan juga betina.

Cacing kremi betina biasanya memiliki ukuran delapan sampai tiga belas milimeter.

Sementara cacing kremi jantan memiliki ukuran yang lebih pendek, yakni sekitar dua sampai lima milimeter.

Cacing ini berkembang biak dengan cara bertelur.

Untuk dapat berkembang biak dengan baik, cacing kremi membutuhkan inang.

Tubuh manusia adalah salah satu inang atau tuan rumah bagi cacing kremi untuk berkembang biak.

Baca juga: INGAT Jangan Anggap Sepele Hal Ini saat Minum Antibiotik, Ini Penjelasan dr Saddam Ismail

Lantas bagaimana cacing kremi dapat masuk ke dalam tubuh manusia?

dr Saddam Ismail menuturkan, cacing kremi dapat berkembang biak dengan cara dibantu.

Misalkan seseorang yang keluar rumah namun dengan kondisi tidak mengenakan alas kaki atau sendal,

atau anak kecil yang bermain di tanah dan lumpur, dapat memungkinkan cacing kremi untuk masuk ke dalam tubuh.

Tanah yang terkontaminasi dengan kotoran hewan ataupun kotoran manusia dipastikan mengandung cacing kremi di dalamnya.

Sehingga peluang cacing kremi untuk dapat tumbuh dan berkembang biak di tubuh sangat besar.

Terlebih seseorang yang setelah beraktivitas di luar tidak membersihkan diri, seperti mencuci kaki dan tangan.

Ini lebih memudahkan cacing kremi untuk masuk ke dalam tubuh.

dr Saddam Ismail menjelaskan, yang masuk ke dalam tubuh manusia bukanlah cacing utuh, namun masih dalam bentuk larva.

Di dalam tubuh inilah larva kemudian akan menetas dan akhirnya menjadi cacing dewasa.

Setelah menjadi cacing dewasa, cacing ini akan bertelur dan berkembang biak.

Apakah cacing kremi dapat hilang melalui BAB?

dr Saddam Ismail menegaskan, telur cacing kremi tidak dapat hilang seratus persen melalui BAB.

Namun untuk cacing dewasanya memang kerap kali keluar bersamaan dengan BAB.

Sementara telur cacing kremi ini biasanya akan tinggal di area anus.

Cacing kremi ini dapat menginfeksi tubuh manusia dan menimbulkan berbagai macam gejala yang cukup mengganggu, di antaranya :

  • Gatal di area anus atau di area sensitif wanita, kondisi gatal ini biasanya terjadi di malam hari
  • Badan terasa lemas tanpa sebab
  • Perut terasa sakit 
  • Mual, yang merupakan respon tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh
  • Terdapat cacing di kotoran

dr Saddam Ismail mengatakan, gejala yang paling umum yakni gatal di area anus.

Seseorang yang sering menggaruk-garuk area bokong dan abai terhadap kebersihan diri, ternyata dapat menularkan cacing kremi ini kepada orang lain.

Bukan tanpa alasan, telur cacing kremi yang menempel di tangan dapat bertahan hingga beberapa hari jika tidak dibersihkan.

Kondisi ini dapat membuat telur cacing berpindah-pindah tempat dan akhirnya menularkan kepada orang lain.

Sementara pada pakaian, telur cacing kremi dapat bertahan selama dua sampai tiga minggu.

Siapa yang dapat terinfeksi cacing kremi?

Pada umumnya, orang tahu cacing kremi ini hanya dapat menjangkit ana-anak saja.

Ternyata hal tersebut tidak 100 persen benar.

Menurut centers for diseases control and prevention (CDC), cacing kremi dapat menyerang siapa saja.

Baik laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia.

Bagaimana cara mencegah infeksi cacing kremi?

Meskipun dapat menular, ternyata penyakit cacing kremi ini dapat disembuhkan.

Namun seseorang yang telah sembuh dari cacing kremi, bukan tidak mungkin untuk dapat terjangkit kembali.

Oleh karenanya dibutuhkan beberapa pencegahan agar cacing kremi tidak kembali menginfeksi tubuh, yakni dengan cara :

  • Menjaga kebersihan, rajin cuci kaki dan tangan
  • Bersihkan selalu kuku jari dengan rutin memotongnya
  • Hindari menggigit kuku
  • Rajin mandi minimal dua kali sehari
  • Rutin ganti pakaian dalam
  • Cuci pakaian dengan menggunakan air panas

(Bangkapos.com/Fitri Wahyuni)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved