Berita Pangkalpinang
Usai Datangi Polda Babel Terkait Kasus Gratifikasi, Ini Pernyataan Suparlan
Hal pertama terkait meluruskan isu yang santer belakangan ini mengenai dirinya yang disebut sebagai pembohong.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar menyampaikan pernyataannya kepada penyidik saat mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Senin(30/5/2022) siang.
Hal pertama terkait meluruskan isu yang santer belakangan ini mengenai dirinya yang disebut sebagai pembohong. Khususnya dugaan laporan gratifikasi fee mengenai pengadaan pembebasan lahan rencana jalan tembus Jerambah Gantung Selindung hingga ke Ruas Timur sebesar Rp 50 juta.
"Untuk hari ini ada dua hal yang saya sampaikan kepada penyidik pertama saya ingin meluruskan karena saya difitnah sebagai seorang pembohong," ujarnya saat berjumpa dengan awak media.
Menurutnya, hal tersebut tidak pernah dilakukan, isu yang selama ini tersebar bahwa dirinya memfitnah.
Suparlan dengan tegas membantahnya sebab ia mempunyai bukti, namun dalam pelaporan ada prosedurnya.
Mekanismenya yakni harus melalui cyber, Dewan Pers yang semuanya ia jalankan.
"Hari saya menyampaikan barang bukti tapi belum lengkap nanti saya akan lengkapi.
Bukti itu berupa audio dan video serta bukti yang lain terkait masalah yang ditujukan," lanjut dia.
Ia menambahkan catatan bahwa dirinya tidak pernah mempublikasikan gratifikasi karena yang namanya gratifikasi cukup ia sendiri yang menyetorkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Cumanl yang namanya menyetor itu kan ditanya uangnya dari mana jadi saya sebutkan tapi saya tidak mengadukan siapapun di situ kalau ditanya si A maka saya sebut si A," katanya.
Mengenai isu yang santer belakangan ini yang menyatakan dirinya seorang pembohong lantas Mantan Kadis PUPR Kota Pangkalpinang itu secara tegas membantahnya.
"Saya tidak menyampaikan apa apa di situ.
Isu yang berkembang bahwa saya dianggap fitnah dan pembohong saya tidak terima," ujarnya.
Bahkan sejak kecil dirinya telah memegang prinsip untuk jujur sebab telah dididik orangtuanya untuk menanamkan nilai kejujuran.
"Saya dari kecil dididik oleh orangtua saya untuk jujur, kalau jujur itu selamat,"ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220530-suparlan.jpg)