100 Hari Serangan Rusia, Ini Potret Kehancuran Ukraina Hadapi Konflik Terburuk Eropa
Dalam beberapa dekade belakang, invansi yang dilakukan Rusia ke Ukraina bisa dibilang konflik terburuk di Eropa, ini rangkumannya setelah 100 hari.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: Teddy Malaka
BANGKAPOS.COM - 100 hari sudah Rusia menginvansi Ukraina, sejak 24 Februari 2022.
Saat ini Ukraina mengalami kehancuran yang cukup parah.
Dibawah kepemimpinan Volodymyr Zelensky, negara yang berbatasan langsung dengan Rusia timur itu telah kehilangan 60-100 tentaranya.
Berbagai fasilitas umum bahkan beberapa kota di Ukraina pun telah berhasil dikuasai oleh Kremlin Rusia.
Ukraina mengakui bahwa Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah Severodonetsk, Provinsi Luhansk, Ukraina timur pada Selasa (31/5/2022).
Gubernur Luhansk, Serhiy Gaiday mengatakan bahwa hampir semua infrastruktur penting di Severodonetsk telah hancur, dan 60 persen properti permukiman rusak tidak dapat diperbaiki.
Baca juga: Pria Tua Ini Nikahi Janda Beranak Satu, Begini Kisah Cinta Mereka dari Awal Pertemuan
Baca juga: Serahkan Uang Rp 50 Juta ke KPK, Suparlan: Saya Tidak Mau Menerima yang Bukan Hak Saya
Sebelumnya, Ukraina gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kyiv.
saat pasukan Rusia merebut kota tersebut AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Sehingga, Rusia beralih ke wilayah Ukraina timur dan berhasil merebut wilayah Severodonetsk, dan memiliki kendali penuh atas Luhansk.
Seorang pejabat lokal mengatakan pada hari Rabu bahwa pasukan Rusia menguasai sekitar 70 persen kota.
Dimana saat ini hanya tersisa sekitar 12.000 penduduk dari 100.000 populasi sebelum perang, melansir nytimes.com.
di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (DIMITAR DILKOFF / AFP)
Dalam pertempuran yang masih bergulir di dataran timur, pasukan Ukraina didukung oleh janji bahwa senjata Barat akan segera tiba.
Pada hari Selasa, Presiden Biden mengumumkan rencana untuk memberi Ukraina beberapa sistem peluncuran roket, senjata artileri jarak jauh yang kuat.
Pejabat AS dan Ukraina mengatakan sistem itu tidak dimaksudkan untuk menyerang target di Rusia.
Pada hari Rabu, Kanselir Olaf Scholz dari Jerman berjanji untuk mengirim sistem pertahanan udara yang canggih dan radar pelacak yang mampu menemukan artileri Rusia.
2 April 2022 (RONALDO SCHEMIDT / AFP)
Sepanjang perang, keadaan militer Ukraina memang sulit dinilai layak mengalahkan Rusia.
Saat perang dimulai, militer Ukraina memiliki sekitar 30.000 tentara yang dikerahkan di wilayah Donbas yang langsung diserang oleh Kremlin rezim Rusia.
Ukraina juga terhambat oleh kerusakan dan penipisan artileri warisan Soviet, kata Mykhailo Zhirokhov, penulis buku tentang artileri Ukraina.
Barel yang dimiliki menembak dengan kurang akurat.
Sementara itu, para pejabat Amerika memperkirakan bahwa kekuatan tempur militer Rusia secara keseluruhan telah berkurang sekitar 20 persen.
Pada akhir Maret, NATO memperkirakan bahwa 7.000 hingga 15.000 tentara Rusia telah tewas.
Ketua Dewan Federasi atau Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matviyenko, menyatakan Rusia terbuka untuk menandatangani perjanjian yang akan mengarah pada perdamaian.
Matviyenko berkata demikian pada Selasa (31/5/2022), dalam pertemuan dengan Presiden Mozambik Filipe Nyusi.
"Kami terbuka untuk pembicaraan. Saya benar-benar setuju dengan posisi Anda bahwa solusi diplomatik dan damai diperlukan.
Tetapi, kemauan untuk itu diperlukan di kedua belah pihak.
Kami tegaskan kembali bahwa kami siap untuk pembicaraan, untuk menandatangani perjanjian yang akan menghentikan sipil berada di Ukraina dan mengarah pada perdamaian,” ungkap dia, dikutip dari Kantor Berita Rusia, TASS.
(Bangkapos.com/Nur Ramadhaningtyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220405-presiden-ukraina-volodymyr-zelensky.jpg)