Berita Pangkalpinang
Harga Cabai Selangit, Pengamat Ekonomi Sebut Setiap Rumah Perlu Digalakkan Gerakan Tanam Cabai
Harga cabai rawit di pasar Pangkalpinang tembus Rp140.000, harga bumbu dapur cabai ini tak kunjung turun usai hari raya Idul Fitri 1443 H
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Harga cabai rawit di pasar Pangkalpinang tembus Rp140.000, harga bumbu dapur cabai ini tak kunjung turun usai hari raya Idul Fitri 1443 H kemarin, bahkan terus melambung hingga saat ini.
Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Bangka Belitung (UBB) sekaligus Ketua ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) Cabang Bangka Belitung, Reniati menilai setiap rumah perlu digalakkan gerakan tanam cabai sehingga stok untuk rumah tangga bisa tahan dari lonjakan inflasi.
Sebab kata Reni, harga cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki kontribusi tinggi terhadap inflasi di Bangka Belitung.
"Selain karena konsumsi masyarakat yg tinggi terhadap produk komoditas ini juga faktor yang mulai menipis karena rendahnya pasokan pasca panen yang tidak optimal dimusim tanam sebelumnya," ungkap Reni kepada Bangkapos.com, Rabu (8/6/2022).
Baca juga: Bazar Food Milenial Festival Bakal Digelar Tiga Bulan Sekali, CV Sumber Jadi Yamaha Suport UMKM
Baca juga: Baru Dibuka, UMKM di Food Milenial Festival Langsung Diburu, Tak Sampai Magrib Dagangan Habis
Selain cabai, menurutnya komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi antara lain adalah biaya tiket pesawat, biaya bahan bakar, dan aneka ukan.
"Saat ini berdasarkan data dari Disperindag Babel pasokan cabai lokal sepekan di bulan juni 2022 hanya mencapai 1,5 ton. Tentunya jumlah ini masih jauh dari cukup untuk kebutuhan seluruh rumah tangga dan industri makanan olahan yang semakin berkembang saat ini," jelasnya.
Baca juga: Wali Kota Bogor Mengaku Ditodong di Pangkalpinang, Begini Ceritanya
Sehingga kata Reni, kecukupan stok cabai akhirnya dipenuhi dari luar, yang terkadang terkendala faktor cuaca dan distribusi yang terkendala.
"Dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di depan atau belakang rumah atau dengan polybag. Selain itu bagi para petani, bisa diberikan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani cabenya sehingga mengurangi kegagalan panen dan meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen," saran Reni.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220608-reniati.jpg)