Minggu, 12 April 2026

Berita Pangkalpinang

Kontes Bonsai di ATM Pangkalpinang, Tarik Wisatawan Luar Daerah

Kegiatan ini sebagai bentuk penyaluran hobi sekaligus adu kreativitas seni setelah lama tanpa kegiatan akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Cepi Marlianto |
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
Ratusan tanaman bonsai yang dipajang di atas meja dalam acara pameran dan kontes nasional Bonsai sejak 5-11 Juni di Alun-alun Taman Mereka Pangkalpinang, Rabu (8/6/2022). Selain itu pameran Bonsai tersebut sebagai rangkaian acara Muskomwil II Apeksi Sumbagsel selama 8-10 Juni 2022. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ratusan pemilik dan kolektor tanaman bonsai beradu keindahan tanaman bonsainya dalam sebuah pameran berskala nasional di Alun-alun Taman Mereka Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (8/6/2022).

Ratusan tanaman bonsai berbagai jenis itu berjejer rapi di atas meja. Tanaman yang dibuat sedemikian rupa ini bersaing untuk merebut hati para juri dan penikmatnya.

Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Pangkalpinang, Eddy Iskandar mengatakan, ada sekitar 480 pot yang dipamerkan dalam acara Pameran dan Kontes Nasional Bonsai. Kegiatan ini sebagai bentuk penyaluran hobi dan ajang kreativitas bernilai rupiah tinggi.

"Masyarakat pencinta bonsai sangat antusias untuk ikut dalam kegiatan ini. Ini ada 480-an pot yang didatangkan untuk dipamerkan dan ikut kontes pada pergelaran nasional kontes Bonsai ini," kata dia kepada Bangkapos.com di Pangkalpinang.

Eddy berujar, kegiatan ini sebagai bentuk penyaluran hobi sekaligus adu kreativitas seni setelah lama tanpa kegiatan akibat pandemi Covid-19.

Beragam tanaman dari sejumlah kabupaten kota bahkan hingga Pulau Bangka Belitung dipamerkan dengan ragam dan karakter tersendiri.

Di mana tak hanya dari Bangka Belitung, kontestannya juga datang dari sejumlah daerah termasuk Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Seperti yang diketahui kegiatan tersebut sudah dimulai sejak 5 Juni sampai 11 Juni 2022 mendatang.

"Kalau dari Kepulauan Bangka Belitung dari seluruh kabupaten hadir termasuk dari Belitung Timur. Kemudian dari Dabo Singkep, Kabupaten Lingga Kepulauan Riau juga ada hadir," terang Eddy.

Di samping itu lanjut dia, kontes pun dibagi menjadi empat kategori. Masing-masing kategori yakni pratama, prospek, kelapa dan bugenvil.

Sebagian besar tanaman bonsai yang dipamerkan di antaranya beringin, sidopuri, sapu-sapu, nasi-nasi, serut, lohan sung, pohon asem dan beragam lainnya merupakan tanaman raksasa yang dikreasikan menjadi kerdil.

Ajang ini juga sebagai rangka saling tukar menukar teknik dan ilmu merangkai seni tanaman bonsai dilakukan para pencinta tanaman kerdil ini.

"Kategori dibagi kepada beberapa kelas ada prospek dan Pratama Jadi dua kelas itu. Tapi kita juga membuka kelas khusus bugenvil dan kelapa. Jadi pencinta bonsai kelapa juga bisa ikut," urainya.

Untuk penilaian sendiri tanaman bonsai yang indah dapat dinilai dari penampilan tanaman, tata letak tanaman dalam pot berikut anatomi pohon dan juga kesehatan pohon. Sementara untuk juri didatangkan empat orang dari Jakarta yang merupakan pengurus pusat.

"(Juri) Tidak ada orang yang berasal dari Bangka Belitung, kita ingin menjaga netralitas, sportivitas sehingga jurinya memang didatangkan dari juri tingkat nasional," ungkap dia.

Eddy sendiri menyambut gembira kegiatan ini, bagi pencinta bonsai kegiatan ini menjadi ajang penampilan karya dan kreativitas setelah lebih dari dua tahun tidak ada kegiatan penyaluran bakat yang menghasilkan rupiah.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved