Rabu, 15 April 2026

Berita Sungailiat

6 Ekor Sapi di Kabupaten Bangka Masih Terpapar PMK, Dapat Perawatan dan Pengawasan Khusus

Semua sapi yang terinfeksi PMK merupakan sapi yang dipasok dari luar Pulau Bangka untuk kebutuhan hewan kurban.

Penulis: edwardi | Editor: Novita
Bangkapos.com/Edwardi
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Krisna Ningsih 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanpertan) Kabupaten Bangka mencatat hingga Sabtu (18/6/2022) pukul 19.30 WIB, jumlah sapi yang masih terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sebanyak 6 ekor.

"Berdasarkan data akhir, jumlah sapi yang masih sakit akibat infeksi virus PMK di Kabupaten Bangka sebanyak 6 ekor," kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinpanpertan Kabupaten Bangka, Krisna Ningsih, di Sungailiat, Minggu (19/06/2022).

Sapi tersisa yang masih positif PMK berada di Kecamatan Pemali sebanyak enam ekor, sedangkan di 7 kecamatan lainnya sudah nihil.

"Sapi yang masih terinfeksi virus PMK mendapatkan pengawasan dan perawatan khusus. Seperti di isolasi untuk mencegah sebaran virus, pemberian vitamin termasuk juga pemberian pakan yang maksimal," imbuhnya.

Sejak ditemukan sebaran virus PMK pada sapi di Kabupaten Bangka terjadi pada 26 April 2022, sampai sekarang total kasus PMK mencapai 492 ekor sapi, sembuh 462 ekor sapi, mati tiga ekor sapi dan potong paksa 18 ekor sapi.

"Rincian kasus virus PMK di Kabupaten Bangka, yakni berada di Kecamatan Sungailiat 122 kasus, Pemali 161 kasus, Merawang 120 kasus, Belinyu 79 kasus, Mendo Barat 10 kasus, sedangkan Kecamatan Puding Besar, Bakam dan Riau Silip nihil kasus PMK," bebernya.

Semua sapi yang terinfeksi PMK merupakan sapi yang dipasok dari luar Pulau Bangka untuk kebutuhan hewan kurban. Sementara sapi yang dibudidaya masyarakat sampai hari ini tidak ditemukan kasus PMK.

"Setiap hari kita melakukan pengawasan di lapangan, untuk memastikan perkembangan kesembuhan sapi terinfeksi PM. Diharapkan semua sapi yang masih sakit segera sembuh agar dapat digunakan untuk kurban," ucapnya. (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved