Breaking News:

Horizzon

Tak Berkutik di RS Siloam

Bahkan karena sikap satpam yang tetap respek terhadap pengunjung, terkadang kita jadi malu sendiri ketika ketahuan sedang beralibi

Tak Berkutik di RS Siloam
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

PERNAH ingin berniat menjenguk kawan atau kolega yang tengah berbaring di rumah sakit namun dihalang-halangi petugas sekuriti? Jika pernah, barangkali perasaan yang muncul adalah kesal, dongkol, atau bisa jadi marah.

Bagaimana tidak. Saat tahu ada kawan atau saudara sedang sakit, maka satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah memberikan perhatian. Adapun perhatian terbaik untuk orang sakit adalah menjenguknya langsung, mencoba menyapa dan memberi hiburan kecil agar mereka yang sedang sakit tersenyum dan segera pulih dari sakitnya.

Sayang, tidak semua niatan yang menurut kita baik tersebut bisa terlaksana. Tidak semua rumah sakit memberikan kelonggaran pengunjung untuk bisa memiliki akses sampai ke ruang perawatan.

Kita tahu, hampir semua rumah sakit menerapkan aturan jam besuk pasien. Kita juga paham, aturan tersebut diterapkan semata-mata untuk memprioritaskan kesembuhan pasien.

Dengan mengatur jam kunjungan adalah cara rumah sakit untuk memberikan waktu lebih banyak bagi pasien untuk fokus pada pemulihan. Banyaknya pembesuk sekilas memang membuat pasien senang, tetapi boleh jadi secara medis itu tidak baik.

Belum lagi banyak pertimbangan dari sisi medis, di mana makin banyak interaksi antara pasien menimbulkan risiko, baik bagi pengunjung dan utamanya bagi pasien itu sendiri.Beruntung, meski semua rumah sakit menerapkan kebijakan tersebut, tidak semua konsekuen dengan aturan yang telah mereka buat sendiri.

Terkadang, meski di pintu masuk rumah sakit tertulis jadwal jam besuk, kita masih dengan mudah masuk dan mengakses langsung ke ruang perawatan tempat kawan atau saudara kita yang sakit dirawat.

Bahkan jika ada petugas yang berjaga, di beberapa rumah sakit kita masih memiliki beberapa trik jitu untuk mengelabui petugas. Artinya, seketat apa pun penjagaan sebuah rumah sakit, kita masih bisa menembus dan menuntaskan hasrat untuk menengok kawan atau saudara kita yang tengah berjuang mengupayakan kesembuhan.

Sayang, peluang itu nyaris tak bisa diperoleh saat kita ingin membesuk pasien di Rumah Sakit Siloam. Meski tetap bersikap sopan, petugas sekuriti di rumah sakit yang ada di Jalan Koba tersebut begitu ketat melakukan skrining terhadap pengunjung.

Setiap ada yang datang, petugas selalu bertanya tentang maksud dan tujuannya. Mereka tampaknya juga memiliki pemahaman terhadap semua SOP pelayanan terhadap pasien yang diterapkan oleh manajemen sehingga kita nyaris tak bisa beralibi.

Di RS Siloam, kita nyaris tak bisa membohongi satpam. Bahkan karena sikap satpam yang tetap respek terhadap pengunjung, terkadang kita jadi malu sendiri ketika ketahuan sedang beralibi hanya untuk alasan bisa menjenguk pasien.

Oke, barangkali kita bisa tembus dan bersiasat untuk bisa melewati skrining pertama. Namun manajemen RS Siloam sudah menerapkan pengelolaan yang cukup rapi, setidaknya untuk soal jenguk-menjenguk pasien ini.
Saat kita bisa melewati petugas sekuriti, maka saat bisa masuk ke dalam lift, kita tak bisa berbuat banyak. Akses tombol lift dikunci dengan kartu yang hanya bisa diperoleh dari petugas sekuriti yang lagi-lagi menerapkan skrining dengan cukup selektif.

Bisa jadi, untuk beberapa trik, kita bisa berhasil menembus ketatnya prosedur jenguk-menjenguk di RS Siloam, namun sesungguhnya 99 persen upaya tersebut bisa dikatakan lebih banyak zonk- nya. Dalam sebuah kasus, saat kita sukses menembus dan masuk ke ruang perawatan dan bertemu dengan pasien, maka tidak berselang lama pasti akan datang petugas untuk menegur kehadiran kita yang terdeteksi sebagai pengunjung ilegal.

Jika hal ini sampai terjadi, hampir pasti kita akan dibuat malu. Bukan karena kita dimarahi, namun justru karena sikap petugas sekuriti yang tetap sopan dan selalu mengawali kalimatnya dengan kata maaf, maka kita seolah-olah dibuat tak berkutik. Kita menyerah dan terpaksa harus ikhlas pergi meninggalkan ruangan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved