Militer dan Kepolisian
Berisi Ratusan Spesialis Komputer, Inilah Zentrum CyberOperation, Satuan Perang Siber Militer Jerman
Seorang penyerang siber tidak perlu peralatan mahal untuk melakukan serangan mematikan.Dengan satu laptop saja mereka misalnya bisa melumpuhkan
Penulis: Iwan Satriawan CC | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM-Perang di era modern tak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga berlangsung di dunia maya.
Di dunia maya perang tersebut disebut perang siber (bahasa Inggris: cyberattack).
Dilansir dari wikipedia, perang ini merupakan manuver ofensif yang digunakan oleh negara, individu, kelompok, atau organisasi yang menargetkan sistem informasi komputer, infrastruktur, jaringan komputer, dan/atau perangkat komputer pribadi dengan berbagai cara tindakan berbahaya yang biasanya berasal dari sumber anonim yang mencuri, mengubah, atau menghancurkan target yang ditentukan dengan cara meretas sistem yang rentan.
Serangan ini dapat diberi label sebagai kampanye siber, perang siber atau terorisme siber dalam konteks yang berbeda.
Serangan siber dapat terjadi dari menginstal perangkat pengintai di komputer pribadi untuk mencoba menghancurkan infrastruktur seluruh negara.
Bagaimana militer Jerman Bundeswehr menyiapkan diri menghadapi situasi baru ini?
Dilansir dari dw.com, di kota kecil Rheinbach dekat kota Bonn menyajikan panorama indah, terutama menjelang musim panas. Tidak jauh dari sini ada pusat wisata untuk berenang dan berjemur santai di tengah alam.
Dua gedung barak militer bercat kuning muda yang ada di sini kelihatan seperti gedung perumahan biasa, yang banyak ditemui di luar kota.
Bedanya, ada banyak kamera pengawas yang dipasang. Karena di sinilah markas komando operasi siber militer Jerman, Zentrum Cyber-Operation (ZCO) berada.
Di sinilah para serdadu melatih perang siber.
Artinya, bagaimana caranya menyelusup ke jaringan komputer lawan, mencuri informasi, memanipulasi data untuk melemahkan atau bahkan melumpuhkan lawan, misalnya dengan mematikan jaringan komputer.
Mereka melakukan peretasan, yang di Jerman merupakan tindakan ilegal dengan sanksi hukum berat, kalau dilakukan warga biasa. Namun, para serdadu melakukan itu dalam tugas negara.
Para peretas Bundeswehr "memiliki kapasitas dan motivasi tinggi dan sangat kreatif," kata Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambert ketika mengunjungi ZCO. Dia menyebut para peretas "hacker yang baik."
Sekitar 200 spesialis komputer di Rheinbach sehari-hari mencari kelemahan dalam sistem komputer lawan dan mencoba menembusnya, atau juga dalam sistem komputer Bundeswehr sendiri, untuk mengetahui kelemahan sistem sendiri dan memperbaikinya.
Hampir semua yang bertugas di sini adalah laki-laki, hanya terlihat tiga perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-foto09123.jpg)