5 Penangkal Santet, Sihir, Teluh hingga Pelet
Ruqyah sebagai bentuk cara atau metode dalam Islam untuk mengusir sihir dari orang-orang yang berbuat zolim kepada kita.
BANGKAPOS.COM - Ilmu hitam telah dipercaya masyarakat sejak berabad lalu.
Mereka percaya penyakit yang menurut mereka tidak jelas asal muasalnya adalah akibat pengaruh ilmu hitam
Ilmu hitam bisa berupa santet, sihir, teluh dan masih banyak nama lain yang populer di masyarakat.
Pakar ruqyah sekaligus pimpinan Majelis Zikir Alawiya Bangka, Ismail Permana blak-blakan menyebut sihir, santet dan jin memang nyata adanya di tengah masyarakat.
Ismail Permana yang biasa disapa Bang Mael menyebutkan, ruqyah sebagai bentuk cara atau metode dalam Islam untuk mengusir sihir dari orang-orang yang berbuat zolim kepada kita.
"Ruqyah ada dua metode, pertama Syar'iyah yang menggunakan ayat-ayat suci Al-Qur'an sedangkan ruqyah Syirkiyah menggunakan ayam hitam, kelapa atau memakai sesuatu yang tidak disunnahkan itu merupakan musrik," ungkap Bang Mael dikutip dari video Dialog Ruang Tengah Bangka Pos yang tayang pada Kamis (24/9/2020).
Bang Mael menjelaskan mengenai tentang ruqyah, sihir dan khodam keturunan.
Dijelaskannya, setan menggoda hati, ada sekeliling kita misalnya saat salat digoda dan akhirnya tidak menunaikan shalat.
Bang Mael menyebut di antara ciri orang dimasuki jin bisa dilihat dari tingkat laku orang tersebut, misalnya yang biasa pendiam jadi temperamen, orang yang biasanya riang kemudian sering melamun.
"Caranya dengan ruqyah mandiri. Waktu yang paling baik ruqyah mandiri setelah shalat, minimal setelah magrib dan setelah subuh. Baca Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas dan Ayat Kursi," terangnya.
Namun apabila seperti santet, sihir dan khodam keturunan memang harus memerlukan bantuan dari peruqyah.
Mael juga menyebut, akibat kena sihir membuat wajah manusia kurang bersinar dan terlihat lebih hitam. Santet bagian dari ilmu sihir yang ditujukan kepada orang yang menyakiti fisik maupun batin.
"Kalau disantet sakit di tempat yang sama misalnya di kepala atau tangan, memang benar ada benda dalam bentuk nyata seperti beling, jarum atau benda lainnya, hanya saja melibatkan alam gaib, melibatkan jin untuk menyakiti sasaran," ungkap Mael.
"Terkena santet karena kesalahan diri sendiri yang lalai salat, ngaji sehingga mudah dimasuki santet dan Allah izinkan masuk ke dalam tubuh kita," lanjutnya.
Dia menceritakan, yang diruqyah semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua termasuk bayi yang kasusnya nangis dari jam 8 malam sampai pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ilustrasi-santetbangkapos.jpg)