Breaking News:

SMARTFREN Solusi Keripik Singkong Aliya, Bebas Worry dan Jangkauan Internet Cepat

SMARTFREN menjadi sahabat yang paling memahami di saat jangkauan usaha menemukan jalan buntu

Penulis: Edy Yusmanto CC | Editor: Edi Yusmanto
Bangkapos.com/Edy Yusmanto
Keripik Singkong Aliya 

BANGKAPOS.COM - SMARTFREN menjadi sahabat yang paling memahami di saat jangkauan usaha menemukan jalan buntu. Berbagai innovasi yang ditelurkan PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) mampu menjawab semua kegelisahan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Usaha keripik singkong Aliya yang merupakan UMKM rumahan di Lorong Cendana Kota Palembang sempat mengalami masa-masa sulit sejak pandemi covid-19 melanda pada Maret 2020. Pelbagai upaya dilakukan untuk mempertahankan usaha yang telah dirintis sejak tahun 2018 ini.

Musibah non alam atau yang belakangan dikenal sebagai covid-19 atau virus corona mengubah banyak hal tak terkecuali usaha keripik singkong yang digawangi pasangan suami istri Imam dan Nina ini. Awal usaha, semuanya berjalan lancar. Progres pemasaran diiringi meningkatnya permintaan konsumen menjadi buah kerja keras pasangan yang telah dianugerahi dua anak perempuan ini. 

Mengawali produksi keripik hanya lima kilogram singkong setiap hari, usaha keripik singkong Aliya meledak bahkan sempat menyentuh angka 50 kilogram sehari. Konsumen menyambut hadirnya produk keripik renyah aneka rasa ini.

Keripik Aliya di pasarkan secara manual, melalui kunjungan langsung dari rumah ke rumah. Strategi ini berhasil meski memakan banyak sekali energi dan tenaga. 

Pelan-pelan usaha ini merangkak naik dan mendapatkan hati konsumen. Permintaan pun meningkat hingga pertengahan tahun 2019. Usaha yang awanya dikerjakan suami dan istri ini kemudian bisa memperkerjakan orang lain yang tak lain adalah tetangga rumah. 

"Kalau cerita dulu yang memang alhamdulilah maju, itu sebelum covid ya," kata Nina kepada Bangka Pos, Jumat (24/6/2022).

Belum lama menikmati hasil kerja keras, musibah non alam melanda. Semua itu mengubah semuanya terutama dalam hal pemasaran produk-produk.

Strategi jemput bola ke rumah-rumah tidak bisa lagi dilakukan. Secara otomatis itu membuat jangkauan ke konsumen menemui jalan buntu. Belum lagi, banyaknya peraturan yang diterbitkan pemerintah terkait covid membuat usaha ini nyaris gulung tikar. 

Berbagai usaha telah dilakukan Nina dan suami untuk mempertahankan eksistensi keripik yang memiliki dua rasa khas yaitu rasa balado dan original. 

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved