Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Begini Langkah Pemkot Pangkalpinang Cegah Penularan PMK, Pemberian Antibiotik hingga Vaksin

Walaupun PMK tak menular ke manusia, namun tingkat penyebaran serta kematian terhadap hewan ternak terutama sapi dan kambing tetaplah tinggi.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Ilustrasi hewan kurban sapi. Pemkot Pangkalpinang siapkan sejumlah langkah untuk cegah penularan PMK. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kota Pangkalpinang telah menyiapkan beberapa langkah mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merebak di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Walaupun PMK tak menular ke manusia, namun tingkat penyebaran serta kematian terhadap hewan ternak terutama sapi dan kambing tetaplah tinggi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Kota Pangkalpinang, Samri, mengemukakan, PMK tidak berisiko terhadap kesehatan manusia. Akan tetapi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat membeli hewan ternak, baik sapi maupun kambing, menjelang Hari Raya Kurban.

"Hewan ternak yang akan dibeli harus dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat," kata Samri kepada Bangkapos.com, Kamis (7/7/2022).

Samri mengatakan, ada beberapa tips memilih hewan kurban saat wabah PMK. Pertama, saat memilih hewan kurban di tengah wabah PMK, sebaiknya membeli hewan kurban di tempat pedagang besar dan sudah terpercaya.

"Lebih aman membeli hewan kurban di pedagang yang memiliki banyak hewan ternak dan terpercaya. Sebab, mereka akan sangat menjaga kesehatan ternak-ternaknya agar tidak sampai tertular penyakit," jelasnya.

Kedua, usahakan membeli hewan kurban pada pedagang yang mau memberikan jaminan atau garansi pada ternak yang diperjualbelikan.

Masyarakat wajib waspada apabila hewan ternak untuk kurban yang dibeli nantinya menunjukkan gejala sakit PMK, dan memastikan penjual bersedia untuk mengganti dengan ternak lain yang sehat.

"Jadi bisa beli sapi pedagang yang mau memberi jaminan. Kalau nanti terkena PMK kita bisa ganti dan tidak rugi," imbuhnya.

Terakhir, membeli hewan kurban mendekati Hari Raya Kurban. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko hewan kurban tertular penyakit. Kemudian, pastikan mengecek kondisi hewan ternak.

Tidak hanya dibuktikan hanya dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH), tetapi pastikan hewan tidak bergejala dan lingkungan sekitar tidak ada wabah PMK.

"Pembeli juga harus menghindari untuk survei ternak, dengan melakukan kunjungan dari kandang ke kandang karena berpotensi memperluas penularan PMK," sebutnya.

Antisipasi Penyebaran

Pemerintah kota saat ini terus melakukan upaya pencegahan meluasnya penularan PMK pada hewan ternak sapi, dengan vaksinasi dan pemberian antibiotik.

Kata Samri, PMK ditularkan ke hewan lain dengan tiga cara. Yakni kontak langsung dengan hewan tertular, kontak tidak langsung melalui tubuh manusia, alat maupun sarana transportasi yang terkontaminasi wabah PMK, serta penyebaran melalui udara.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved