Wanita Ini Bertahan Hidup di Suhu -71, Mandi Seminggu Sekali dan Pakai Baju Berlapis-lapis
Yakutia mengalami musim dingin sepanjang selama 7 bulan, dimulai dari bulan Oktober hingga April, dengan suhu terendahnya dapat mencapai -71C.
Penulis: Nur Ramadhaningtyas | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM - Salah satu wilayah di Rusia bernama Yakutia sudah dikenal dunia sebagai tempat terdingin yang dihuni manusia.
Kota Yakutia berlokasi di timur Rusia dan berjarak 4.880 km dari Moskow.
Kawasan berpenghuni 900 lebih ribu jiwa ini memiliki luas hingga 3 juta kilometer persegi.
Kota ini berdiri diatas permafrost--lapisan es yang terdiri dari batuan, tanah, serta sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang membeku sebelum bisa membusuk selama ribuan atau ratusan ribu tahun.
Meski menjadi wilayah yang cukup ekstrim untuk dihuni manusia, Yakutia memiliki semua fitur kota menengah lainnya seperti akses ke bioskop, restoran, dan sistem transportasi umum yang berfungsi sepanjang tahun.
Yakutia mengalami musim dingin sepanjang selama 7 bulan, dimulai dari bulan Oktober hingga April, dengan suhu terendahnya dapat mencapai -71C.
Sedangkan, musim panas berlangsung cukup singkat, sekitar 2-3 bulan.
Namun, musim panas di Yakutia dapat terbilang cukup panas dengan suhu 30-35 derajat C dan suhu terpanasnya, yaitu 39 derajat C.
Untuk bertahan di suhu yang begitu dingin, masyarakat Yakutia harus mengenakan beberapa lapis pakaian sebelum beraktivitas, seperti baju dan celana berbahan wol.
Melansir sebuah video orang Yakutia bernama Kiun B, ia membocorkan bagaimana orang disana berpakaian.
Biasanya baju yang telah dipakai dilapisi fleece sweater, memakai celana sampai tiga lapis, sarung tangan, syal penutup wajah, sepatu boots yang terbuat dari kulit dan bulu rusa, dan jaket dengan penutup kepala yang terbuat dari bulu rusa atau jaket yang terbuat dari bulu rubah artik.
Dengan outfit yang sangat tebal itu, warga lokal Yakutia siap beraktivitas.
Di pasar, semuanya terlihat berjalan seperti pasar umumnya, padahal suhu disana mencapai -50 atau -60.
Di suhu dingin yang ekstrim, warga lokal Yakutia tidak disarankan untuk mengenakan kacamata di luar ruangan.
Diberitakan Bangkapos.com, setiap orang di sana tak berani memakai kacamata, karena alat bantu penglihatan bisa membeku dan menempel di wajah mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220707-Tangkapan-layar-warga-lokal-di-kota-Yakutia.jpg)