Besok Muhammadiyah Rayakan Iduladha 1443 H, Ini 12 Lokasi Salat Ied di Bangka Belitung
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung Ir Fadillah Sabri mengatakan Salat Ied akan digelar sekiranya di 12 lokasi se Babel.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Sabtu (9/7/2022).
Penentuan ini berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelas Tarijh dan Tajdid.
Penetapan ini juga tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor: 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1443 H.
Menjelang pelaksanaan hari raya Idul Adha, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bangka Belitung Ir Fadillah Sabri mengatakan Salat Ied akan digelar sekiranya di 12 lokasi se Provinsi Babel.
"Kami perkirakan tahun ini banyak yang hari sabtu perayaannya, biasanya sudah menjadi tradisi. Setiap perbedaan antara Muhammadiyah dengan pemerintah itu biasanya dari Muhammadiyah pasti banyak," ucapnya kepada Bangkapos.com saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (8/7/2022) siang.
Wilayah Kota Pangkalpinang sambung dia tercatat ada dua masjid yang akan melaksanakan ibadah Salat Ied esok hari yakni Masjid Muhajirin Tamansari dan Masjid Al Khoirot Gabek.
Pelaksanaan Salat Iduladha oleh PWM Babel sendiri dimulai pada pukul 07.15 WIB, yang akan diimami oleh Wakil Sekretaris PWM Babel Drs Hasan Rumata.
Sedangkan khotib yakni Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Ir Fadillah Sabri di Masjid Muhajirin.
Selanjutnya akan dilakukan pemotongan hewan kurban sejumlah 1 ekor sapi dan 3 kambing.
Di samping itu Fadillah mengingatkan pelaksanaan ibadah nantinya jemaah wajib mematuhi protokol kesehatan.
Hal ini melihat dari pengalaman sebelumnya dimana akan menerapkan prosedur sesuai protokol kesehatan.
Namun salat tidak akan mengatur jarak jemaah, artinya saf salat tetap rapat.
"Selalu ingat prokes jangan lupa pakai masker dan cuci tangan," ucapnya.
Terkait pelaksanaan Hari Raya Iduladha yang berbeda dengan ketetapan pemerintah Fadillah menilai hal tersebut jangan sampai jadi permasalahan, sebab masing-masing mempunyai metode penghitungan yang berbeda-beda.
Dalam hal ini pemerintah menggunakan rukyatul hilal sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220708_Fadillah-Sabri-Muhammadiyah-Bangka-Belitung.jpg)