Jumat, 8 Mei 2026

TERUNGKAP Dalang Penembakan Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ternyata Mantan Pasukan Bela Diri Maritim

Inilah dalang dibalik penembakan Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, ternyata seorang mantan pasukan bela diri maritim

Tayang:
Richard Susilo/via Twitter
Mantan PM Jepang Shinzo Abe ditembak saat berpidato jalanan di Nara Jepang, Jumat (8/7/2022) terungkap pelaku penembakan adalah Tetsuya Yamagami. 

BANGKAPOS.COM- Kabar terbaru datang dari Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Dirinya ditembak saat sedang melakukan pidato jalanan di dekat Stasiun Yamato-Saidaiji di Kota Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022) jam 11.30 waktu setempat.

Tampak Shinzo Abe berdarah dan jatuh usai ditembak sang pelaku.

Informasinya Shinzo Abe tertembak di dada dan segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.

202278 Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak
Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe terjatuh ditembak saat sedang berpidato jalanan di Nara Jepang, Jumat (8/7/2022)

Hal itu dikonfirmasi pejabat dari faksi Partai Demokrat Liberal, mantan Perdana Menteri Shinzo Abe kala itu sedang memberikan pidato jalanan di Prefektur Nara dan ada informasi bahwa dia ditembak di dada dan dibawa dengan ambulans.

Setelah melakukan pencarian, kepolisian kini menemukan dalang yang telah menembaki Shinzo Abe.

Pelaku tersebut ternyata bernama Tetsuya Yamagami, seorang pria berusia 40 tahun.

Berdasarkan informasi yang beredar, Tetsuya berdomisili di Nara, Jepang.

Bukan orang sembarangan Tetsyua ternyata disebut-sebut seorang mantan anggota Pasukan Bela Diri Maritim.

Mantan PM Jepang Shinzo Abe ditembak saat berpidato jalanan di Nara Jepang, Jumat (8/7/2022) terungkap pelaku penembakan adalah Tetsuya Yagami.
Mantan PM Jepang Shinzo Abe ditembak saat berpidato jalanan di Nara Jepang, Jumat (8/7/2022) terungkap pelaku penembakan adalah Tetsuya Yagami. (Richard Susilo/via Twitter)

Kepemilihan senjata api Tetsuya Yamagami masih terus diselidiki pihak kepolisian.

Polisi menduga Tatsuya Yamagami memperoleh senjati api dari jalur belakang termasuk pasar gelap yang dijual sekitar 500.000 yen.

Penjualan dan kepemilikan senjata api sangat dibatasi, dan insiden kekerasan menggunakan senjata api jarang terjadi.

Markas Besar Polisi Prefektur Nara saat ini sedang melakukan konfirmasi serta mengamankan diduga pelaku.

Menurut seorang reporter NHK yang sedang mewawancarai di lokasi tersebut, dia mendengar suara seperti suara tembakan.

Dikatakan bahwa polisi mengamankan identitas satu orang di lapangan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved