Sering Dilihat Tapi Tak Kenal, Ternyata Ini Tokoh di Balik Uang Kertas Pecahan Rp2000
Mohammad Husni Thamrin sebagai tokoh pergerakan yang berkaliber nasional. Dia memulai geraknya sebagai seorang tokoh (lokal) Betawi.
Penulis: Widodo | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS.COM -- banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenali para tokoh yang tercantum dalam lembaran uang kertas.
Dalam uang tersebut dimasukkan unsur gambar tokoh-tokoh pahlawan dan juga unsur kebudayaan khas Indonesia.
Saat ini uang fisik yang beredar di kalangan masyarakat Indonesia, banyak menggunakan rilisan fisik yang terbit pada 19 Desember 2016.
Terdapat 7 jenis mata Uang kertas mulai dari pecahan Rp 1000 sampai Rp 100.000.
Namun kali ini Bangkapos.com menjelaskan tokoh atau pahlawan di balik uang pecahan kertas Rp 2000.
Untuk uang Rp 2000, bagian depannya terdapat gambar Mohammad Hoesni Thamrin dikenal sebagai tokoh Betawi yang memiliki darah Belanda dari kakeknya.
Sedangkan bagian belakangnya terdapat seorang wanita yang sedang Tari Piring yang berasal dari Sumatera Barat merupakan tarian persembahan kepada para dewa sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang memuaskan.
Mohammad Husni Thamrin yang muncul pada uang Rp2.000 ini, merupakan seorang politisi dan tokoh pergerakan nasional di era Hindia Belanda.
Ia adalah keturunan Belanda dan Betawi, namun tidak menyandang nama Belanda dari ayahnya karena sejak kecil telah dirawat oleh paman dari pihak ibu.
Semasa hidupnya, Thamrin selalu memperjuangkan nasib bangsa agar dapat merdeka melalui jalur parlementer.
Sebagai seorang anggota parlemen Dewan Rakyat bentukan Belanda, ia tidak mau menjadi suruhan Belanda yang menindas rakyat.
Thamrin selalu berusaha untuk mencarikan beragam solusi untuk mengatasi persoalan yang terjadi pada masyarakat di bawahnya.
Walaupun tetap kooperatif dengan Belanda, ia tetap teguh memegang integritas visi Indonesia Merdeka walaupun belum sempat ia saksikan semasa hidupnya.
Dilansir Bangkapos.com dari Wikipedia.org, Thamrin lahir di Weltevreden, Batavia atau sekarang Jakarta pada 16 Februari 1894.
Ayahnya adalah seorang Belanda dengan ibu orang Betawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210918-uang-kertas-pecahan-rp-2000.jpg)