Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Januari Hingga Juni 2022, Realisasi Investasi Bangka Belitung Melebihi Target

Babel ditargetkan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mesti mencapai Rp6,76 triliun.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Tedja Pramana
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung, Darlan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Realisasi investasi Bangka Belitung pada triwulan II (Januari - Juni 2022) atau setengah tahun sudah melebihi target sebesar 30 persen.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung mencatat hingga enam bulan ini, total realisasi sebesar Rp4,42 triliun dengan 664 proyek.

Dengan rincian dari investasi penanaman modal dalam negeri (PMDM) Rp3,26 triliun dengan 596 proyek dan penanaman modal asing (PMA) Rp1,58 triliun dengan 58 proyek.

Sementara pada tahun 2022 ini, Babel ditargetkan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mesti mencapai Rp6,76 triliun.

Maka pada triwulan II ini harus mencapai Rp3,38 triliun, dengan angka Rp4,42 triliun capaian sekarang, persentase capaian menyentuh 130 persen, artinya telah melebihi target 30 persen.

Angka Rp4,42 triliun itu juga telah melebihi capaian sepanjang tahun 2021 lalu yang mana dalam kurun waktu 12 bulan tahun 2021 hanya Rp4,3 Triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bangka Belitung, Darlan, mengaku realisasi investasi bisa melebihi target karena tertibnya perusahaan melapor.

"Tercapainya ini karena tertibnya perusahaan melaporkan laporan kinerja penanaman modal mereka setiap triwulan. Perusahaan memiliki kewajiban untuk menyampaikan laporan realisasi penanaman modal yang telah mereka tanam dan keluarkan dari yang telah direncanakan," ujar Darlan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2022).

Meningkatnya realisasi penanaman modal ini diakuinya akan berimbas pada terbuka lapangan kerja.

"Kalau investasi meningkat, otomatis terbuka juga lapangan pekerjaan, tapi angka belum ada, belum dirilis dari sana," katanya.

Mengenai investasi di Babel ini, masih didominasi oleh sektor pertambangan, perkebunan dan perikanan.

"Persentase tidak ada, yang jelas dari pertambangan, perkebunan dan perikanan, karena kemarin sempat mahal komoditi seperti timah, batuan, pasir, terus udang vaname dari perikanan. Tak hanya itu konsumsi masyarakat juga besar," katanya.

Darlan belum merincikan total keseluruhan perusahaan yang sudah terdata dan telah melaporkan soal investasi ini.

"Rata-rata sudah banyak perusahaan yang melaporkan karena sudah terdata di Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved