TKW Ini Jadi Pekerja Panggilan di Arab Saudi, Rela Kerja Ini Asal Dapat Uang
TKW Indonesia bernama Asma merupakan pekerja di Arab Saudi yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga yang dipanggil oleh majikan dengan gaji per jam.
Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM -- Jika bicara pekerjaan di Arab Saudi banyak pekerjaan yang tetap.
Namun TKW (Tenaga Kerja Wanita) dari Indonesia ini justru menjadi pekerja panggilan di Arab Saudi.
Tidak mengapa bahwa terpenting adalah uang demi keluarga.
Banyak para pekerja migran khususnya rela melakukan apa saja agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca juga: Pria Ini Dulu Mantan Pacar BCL, Pernah Hidup Melarat Kini Jadi Pejabat di Indonesia, Ini Sosoknya
Baca juga: Akhirnya BCL Jujur, Status Hubungannya dengan Ariel NOAH Akhirnya Terungkap ke Publik
Bahkan ia selalu nurut agar majikannya bisa puas dengan kinerja TKW tersebut.
Seperti yang dirasakan oleh salah seorang TKW bernama Asma.
Dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya ketika bekerja menjadi pekerja panggilan di Arab Saudi.
Asma menjelaskan, bahwa menjadi pekerja panggilan alias jam-jaman itu lelah namun memuaskan.
Hal tersebut karena penghasilan yang didapat dihitung dari berapa jam dirinya bekerja di majikannya itu.
Asma merupakan pekerja di Arab Saudi yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga yang dipanggil oleh majikan-majikan yang berbeda jika dibutuhkan.
Artinya dia selalu menuruti permintaan majikan yang berbeda-beda untuk membereskan rumah mencuci ataupun pekerjaan rumah lainnya.
Hal itu dia lakukan jika ada panggilan dari majikannya tersebut.
Namun bukan seharian ful di rumah majikan, melainkan ada jam sendiri.
Asma dihitung gaji per jam atau istilah kerja jam-jaman kalau ada panggilan.
Demikian disampaikannya dalam video di kanal YouTube Zhenal Nafisa yang dilansir Bangkapos.com pada Sabtu 23 Juli 2022.
Baca juga: Ternyata Ini Sebab Istri Malas Melayani Suami Berhubungan Biologis Menurut dr Aisah Dahlan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20220723_TKW-Indonesia-pekerja-panggilan-di-Arab-Saudi.jpg)