Selasa, 28 April 2026

TKW Ini Jadi Pekerja Panggilan di Arab Saudi, Rela Kerja Ini Asal Dapat Uang

TKW Indonesia bernama Asma merupakan pekerja di Arab Saudi yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga yang dipanggil oleh majikan dengan gaji per jam.

Penulis: Widodo | Editor: Evan Saputra
YouTube Zhenal Nafisa
TKW Indonesia bernama Asma (kanan) merupakan pekerja panggilan di Arab Saudi kerja jam-jam dengan majikan yang berbeda-beda. 

BANGKAPOS.COM -- Jika bicara pekerjaan di Arab Saudi banyak pekerjaan yang tetap.

Namun TKW (Tenaga Kerja Wanita) dari Indonesia ini justru menjadi pekerja panggilan di Arab Saudi.

Tidak mengapa bahwa terpenting adalah uang demi keluarga.

Banyak para pekerja migran khususnya rela melakukan apa saja agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca juga: Pria Ini Dulu Mantan Pacar BCL, Pernah Hidup Melarat Kini Jadi Pejabat di Indonesia, Ini Sosoknya

Baca juga: Akhirnya BCL Jujur, Status Hubungannya dengan Ariel NOAH Akhirnya Terungkap ke Publik

Bahkan ia selalu nurut agar majikannya bisa puas dengan kinerja TKW tersebut.

Seperti yang dirasakan oleh salah seorang TKW bernama Asma.

Dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya ketika bekerja menjadi pekerja panggilan di Arab Saudi.

Asma menjelaskan, bahwa menjadi pekerja panggilan alias jam-jaman itu lelah namun memuaskan.

Hal tersebut karena penghasilan yang didapat dihitung dari berapa jam dirinya bekerja di majikannya itu.

Asma merupakan pekerja di Arab Saudi yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga yang dipanggil oleh majikan-majikan yang berbeda jika dibutuhkan.

Artinya dia selalu menuruti permintaan majikan yang berbeda-beda untuk membereskan rumah mencuci ataupun pekerjaan rumah lainnya.

Hal itu dia lakukan jika ada panggilan dari majikannya tersebut.

Namun bukan seharian ful di rumah majikan, melainkan ada jam sendiri.

Asma dihitung gaji per jam atau istilah kerja jam-jaman kalau ada panggilan.

Demikian disampaikannya dalam video di kanal YouTube Zhenal Nafisa yang dilansir Bangkapos.com pada Sabtu 23 Juli 2022.

Baca juga: Ternyata Ini Sebab Istri Malas Melayani Suami Berhubungan Biologis Menurut dr Aisah Dahlan

Dia mengatakan, bahwa dia mendapat penghasilan dari kerja panggilan tersebut perjamnya dua puluh lima, jika empat jam sekitar seratus Real, sehingga apabila dirupiahkan kurang lebih Rp380 ribuan.

Rp380 ribu cukup banyak dan menguntungkan bagi TKW per empat jam.

Bila dihitung selama seminggu atau sebulan maka mendapatkan belasan juta per bulan.

Paling tidak jika sehari kerja 4 jam dan dibayar Rp380 ribu maka seminggu bisa menghasilkan Rp 2,6 juta dalam seminggu.

TKW ini juga bersyukur karena mendapatkan pekerjaan dan majikan yang baik kepadanya.

"Alhamdulillah kerjaan tidak disuruh cepet-cepet oleh majikan, kadang ada majikan yang ketakutan dengan waktu," kata TKW tersebut.

Seperti diketahui oleh kebanyakan orang biasanya menjadi pembantu selalu dikoreksi oleh majikannya, apalagi majikannya yang super teliti.

"Biasanya ada majikan yang elit sudah dibersihkan kadang dilihat dan apabila ada kotoran sedikit di komplen," kata TKW

Namun dia juga mengatakan pernah mengalami majikan komplain dengan pekerjaannya.

Akan tetapi setelah beberapa lama majikan tidak lagi mengkritik TKW tersebut.

Hal tersebut karena majikan dari TKW tersebut mengetahui kinerja wanita asal Indonesia tersebut.

"Jika belum mengetahui pekerjaan saya ia gitu namun setelah tahu Alhamdulillah tidak pernah di komplain," katanya menceritakan.

Begitulah kisah Asma seorang TKW Indonesia yang kini menjadi pekerja panggilan dan mampu membuat setiap majikannya puas karena kinerjanya.

(Bangkapos.com/Widodo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved